22 April 2026
251A7661JPG-960103105.jpg

Siswa SMA Unggulan Darul Hikam Berkontribusi Nyata dalam Program Bina Desa 2026

SMA Unggulan Darul Hikam, sebuah lembaga pendidikan di Kabupaten Subang, kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap pengabdian kepada masyarakat melalui program Bina Desa 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Dawuan, Kecamatan Ciater, dan menjadi salah satu agenda tahunan sekolah yang bertujuan untuk mengajak siswa belajar secara langsung di tengah masyarakat.

Program Bina Desa 2026 dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang mencakup berbagai aspek seperti lingkungan, pendidikan, sosial, dan rohani. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat setempat, sehingga memberikan dampak nyata bagi wilayah yang diberdayakan.

Student Work Camp: Pembelajaran di Luar Kelas

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Student Work Camp ini diikuti oleh siswa kelas XI dan berlangsung selama lima hari. Kepala Sekolah SMA Unggulan Darul Hikam, Ami Rahmawati, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah membawa siswa keluar dari ruang kelas untuk berinteraksi langsung dengan realitas sosial di masyarakat.

“Student Work Camp ini merupakan rutinitas tahunan SMA Unggulan Darul Hikam, di mana pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui adaptasi langsung di lingkungan desa, yang tahun ini kami laksanakan di Desa Dawuan, Ciater, Subang,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia berharap kehadiran para siswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. “Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, siswa-siswi kami bisa beradaptasi dan memberi kontribusi positif bagi warga Desa Dawuan,” tambahnya.

Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebagai Fokus Utama

Salah satu capaian utama dalam kegiatan Bina Desa 2026 adalah pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah yang sebelumnya minim penerangan. Tema Lentera: Langkah Nyata Terangi Desa dipilih berdasarkan hasil survei lapangan dan dialog bersama warga. Dari hasil survei, ditemukan bahwa Kampung Dawuan belum memiliki penerangan jalan sama sekali.

Penanggung Jawab Bina Desa 2026, Riki, menjelaskan bahwa tema ini ditetapkan sebagai langkah nyata untuk menerangi desa, sekaligus menjadi pembeda dari program bina desa tahun sebelumnya.

“Dari situ kami menetapkan tema Lentera sebagai langkah nyata untuk menerangi desa, sekaligus menjadi pembeda dari program bina desa tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sebanyak enam titik PJU dipasang berdasarkan hasil musyawarah antara panitia dan warga. Seluruh proses pembangunan melibatkan siswa secara langsung, mulai dari pekerjaan awal hingga pemasangan tiang lampu.

“Peran konkret siswa terlihat sejak tahap awal, seperti membuat lubang galian berdiameter 20 sentimeter dengan kedalaman 60 sentimeter di enam titik, hingga membantu mengangkat tiang, pasir, semen, dan material lainnya ke lokasi,” ungkap Riki.

Kolaborasi Berbagai Pihak dalam Pembangunan PJU

Pembangunan PJU tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Selain LAZ Darul Hikam, sejumlah mitra perusahaan turut berkontribusi, di antaranya Elzaco, PT Papros, SKM Group Property, Mayora, dan Garuda Food, baik dalam bentuk pendanaan maupun dukungan kebutuhan program.

“Untuk pendanaan, kami berkolaborasi dengan beberapa sponsor, seperti Elzaco, Papros, SKM Group Property, LAZ Darul Hikam, Mayora, dan Garuda Food,” tambahnya.

Dalam proses pemasangan PJU, tim LAZ Darul Hikam juga terlibat aktif mendampingi siswa, mulai dari dokumentasi hingga pengarahan teknis di lapangan.

“Tim LAZ membantu kami dari proses dokumentasi pemasangan sampai mengarahkan anak-anak dalam seluruh tahapan pekerjaan,” katanya.

Dampak Langsung yang Dirasakan Warga

Riki menambahkan, dampak pemasangan PJU langsung dirasakan oleh warga, terutama dalam mendukung aktivitas malam hari menuju masjid dan fasilitas umum.

“Dengan terpasangnya enam titik lampu ini, lingkungan menjadi lebih terang dan warga merasa lebih aman serta nyaman saat beraktivitas pada malam hari,” tuturnya.

Masa Depan Program Bina Desa

Melalui program Bina Desa 2026, siswa SMA Unggulan Darul Hikam tidak hanya belajar tentang kepedulian sosial, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Program pembangunan PJU pun direkomendasikan menjadi program unggulan Divisi Lingkungan pada kegiatan Bina Desa di tahun-tahun mendatang karena manfaatnya yang langsung dirasakan warga.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *