27 April 2026
AA1UMbUN.jpg

Persebaya Surabaya Mengambil Langkah Tegas dengan Mencoret Enam Pemain

Persebaya Surabaya mengambil langkah tegas dalam menjelang putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Klub yang berbasis di Kota Pahlawan ini memutuskan untuk mencoret enam pemain sekaligus, yang dianggap tidak sesuai dengan karakter dan filosofi bermain yang ingin diterapkan oleh pelatih Bernardo Tavares. Keputusan ini juga menjadi bagian dari upaya efisiensi anggaran klub.

Daftar Pemain yang Dilepas

Dalam pengumuman resmi yang dirilis oleh manajemen Persebaya Surabaya, enam pemain yang dilepas adalah:

  • Diego Mauricio
  • Dejan Tumbas
  • Dime Dimov
  • Rizky Dwi Pangestu
  • Kadek Raditya
  • Rendy Oscario

Klub menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan para pemain selama ini bersama Green Force. Keputusan ini bukan hanya sekadar penyegaran komposisi tim, tetapi juga langkah besar dalam penghematan anggaran. Berdasarkan nilai pasar masing-masing pemain, Persebaya Surabaya berpotensi menghemat hingga Rp 18,68 miliar.

Nilai Pasar Pemain yang Dilepas

Beberapa pemain memiliki nilai pasar yang cukup tinggi, antara lain:

  • Dime Dimov dengan nilai pasar Rp 6,08 miliar
  • Diego Mauricio dengan nilai pasar Rp 3,91 miliar
  • Dejan Tumbas dengan nilai pasar Rp 3,48 miliar
  • Kadek Raditya dengan nilai pasar Rp 2,61 miliar
  • Rizky Dwi Pangestu dengan nilai pasar Rp 1,30 miliar
  • Rendy Oscario dengan nilai pasar Rp 1,30 miliar

Total keseluruhan dari keenam pemain tersebut mencapai angka Rp 18,68 miliar. Angka ini menunjukkan betapa besar upaya penghematan yang dilakukan oleh Persebaya Surabaya di bawah kendali Bernardo Tavares.

Respons dari Suporter

Keputusan Persebaya Surabaya mendapat beragam respons dari Bonek, suporter setia klub. Sebagian besar dari mereka memberikan dukungan penuh terhadap arah baru yang diambil oleh klub. Salah satu komentar yang muncul adalah “InTavaresWeTrust! ✊???????”, yang menunjukkan keyakinan suporter terhadap pelatih asal Portugal itu.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pemain yang dilepas. Beberapa suporter menulis pesan seperti: “Terima kasih @dejant19 @di_mauricio_ @dime_dimov @rendysroyer @rizkydwi.99 @radityamaheswara sukses di klub barumu????”. Doa dan harapan terbaik turut disampaikan kepada para pemain di klub barunya masing-masing.

Alasan Teknis di Balik Keputusan

Bernardo Tavares memiliki alasan teknis di balik keputusan mencoret enam pemain tersebut. Dia ingin membangun skuad yang benar-benar sesuai dengan gaya bermain yang diusungnya. Menurut Tavares, kekuatan tim tidak hanya ditentukan oleh nama besar pemain, tetapi juga kompetisi sehat di setiap posisi.

”Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelas Bernardo Tavares.

Filosofi tersebut menjadi dasar dalam evaluasi skuad Persebaya Surabaya. Pemain yang dinilai tidak sesuai kebutuhan taktis maupun dinamika ruang ganti akhirnya harus dilepas.

Fokus pada Ruang Ganti yang Solid

Bernardo Tavares juga menekankan pentingnya atmosfer internal tim. Baginya, ruang ganti yang solid menjadi fondasi utama dalam membangun performa di lapangan.

”Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandas Bernardo Tavares. Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus Persebaya Surabaya bukan sekadar mengejar hasil instan.

Langkah cuci gudang ini membuka peluang bagi wajah-wajah baru untuk masuk. Dengan anggaran yang lebih longgar, Persebaya Surabaya memiliki ruang untuk mendatangkan pemain yang lebih sesuai kebutuhan tim.

Putaran kedua Super League 2025/2026 pun dipastikan menjadi panggung pembuktian bagi era Bernardo Tavares. Efisiensi Rp 18,68 miliar ini menjadi simbol awal transformasi Green Force menuju tim yang lebih seimbang, kompetitif, dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *