Fenomena Sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Sumatera Barat
Di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terdapat fenomena sinkhole yang menarik perhatian masyarakat. Lubang besar berisi air jernih berwarna biru ini ramai dikunjungi warga untuk berfoto hingga mandi. Bahkan, ada yang menyebut bahwa air di dalamnya memiliki “khasiat” khusus.
Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan mengenai bahaya dari fenomena ini. Menurut BRIN, sinkhole adalah fenomena geologi yang memerlukan kehati-hatian, terutama di daerah permukiman yang terletak di atas lapisan batu kapur atau gamping. Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menjelaskan bahwa kawasan dengan batuan gamping memiliki risiko tinggi terhadap pembentukan sinkhole.
“Jika aliran air permukaan tiba-tiba hilang, maka perlu diwaspadai adanya rongga di bawah permukaan yang bisa menyebabkan terjadinya sinkhole,” tulis Adrin melalui akun Instagram resmi BRIN.
Berikut 5 fakta penting tentang sinkhole yang disampaikan oleh BRIN:
1. Apa itu Sinkhole?
Sinkhole adalah lubang yang terbentuk di permukaan tanah akibat runtuhnya lapisan batu kapur atau gamping di bawahnya. Proses pembentukannya tidak terjadi secara mendadak, melainkan merupakan hasil dari proses alam yang berlangsung lama di bawah permukaan tanah.
2. Bagaimana Proses Terjadinya Sinkhole?
Air hujan yang menyerap gas di udara menjadi asam, kemudian meresap ke dalam tanah. Air tersebut melarutkan batu kapur atau gamping, membentuk celah dan rongga di bawah permukaan. Seiring waktu, aliran air terus memperbesar rongga tersebut dan memengaruhi lapisan tanah di atasnya. Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup semakin menipis dan tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya runtuh dan membentuk sinkhole.
3. Di Daerah Apa Sinkhole Biasanya Muncul?
Sinkhole sering terjadi di wilayah yang tersusun atas lapisan batu kapur atau gamping di bawah permukaan tanah. Di Indonesia, fenomena ini banyak ditemukan di kawasan karst seperti Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros.
4. Tanda-Tanda Sinkhole
Sinkhole terbentuk secara perlahan di bawah tanah, sehingga sulit dikenali dari permukaan. Namun, rongga pada lapisan batu kapur atau gamping dapat dideteksi melalui survei geofisika, seperti metode gaya berat, georadar, dan geolistrik. Metode tersebut digunakan untuk memetakan lokasi, kedalaman, serta ukuran rongga sejak dini.
5. Apakah Air di Sinkhole Aman Digunakan?
Air di dalam sinkhole berasal dari air hujan dan air bawah tanah. Meski tampak jernih, air tersebut belum tentu aman untuk dikonsumsi. Diperlukan uji kimia dan mikrobiologi untuk memastikan kualitas air, termasuk pemeriksaan warna, bau, rasa, pH, keberadaan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta kandungan logam berat. Air dinyatakan layak digunakan jika hasil pengujian sesuai dengan standar kesehatan.