21 April 2026
AA1UuEFw.jpg

Insiden Walk Out yang Menghebohkan Final Piala Afrika 2025

Final Piala Afrika 2025 menjadi momen yang penuh drama dan kontroversi. Laga antara Senegal dan Maroko diwarnai dengan aksi walk out yang dilakukan oleh timnas Senegal. Hal ini terjadi setelah wasit memberikan penalti kepada tuan rumah Maroko di akhir injury time. Keputusan tersebut menimbulkan ketidakpuasan dari pelatih dan pemain Senegal.

Penalti yang Menjadi Titik Balik

Penalti diberikan setelah melalui peninjauan VAR. Dianggap melanggar salah seorang pemain Maroko, pemain Senegal Diouf mendapat kartu kuning. Saat keputusan tersebut diumumkan, pelatih Senegal, Pape Thiaw, langsung protes dan mengajak seluruh pemain melakukan walk out. Aksi ini dilakukan karena merasa keputusan wasit tidak adil.

Hampir semua pemain Senegal mengikuti perintah Thiaw, kecuali Sadio Mane. Dia memilih untuk tetap berada di lapangan dan mencoba meyakinkan rekan-rekannya agar kembali bertanding. Setelah sekitar 15 menit, Senegal akhirnya sepakat melanjutkan pertandingan.

Gagal Eksekusi Penalti dan Gol Tambahan

Brahim Diaz, top skor Maroko, menjadi eksekutor penalti tersebut. Namun, tendangan panenka-nya gagal dan bola mudah ditangkap kiper Senegal. Akibatnya, Maroko gagal memperoleh gol dari penalti tersebut.

Di babak extra time, Senegal berhasil mencuri gol lewat Pape Gueye. Skor 1-0 menjadi hasil akhir pertandingan. Kemenangan ini membuat Senegal meraih gelar juara Piala Afrika 2025.

Pernyataan Sadio Mane Pasca-Laga

Setelah laga, Sadio Mane mengungkapkan bahwa insiden walk out tersebut membuatnya tidak terima. Dalam sepak bola profesional, hal semacam itu tidak boleh terjadi. “Yang terjadi adalah pelatih dan semua orang memutuskan untuk walk out dari lapangan. Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya meminta saran dan mengatakan kepada mereka bahwa kita harus bermain, karena akan menjadi hal yang mencoreng sportivitas jika menghentikan pertandingan dengan cara sepihak, sedangkan seluruh dunia menyaksikan kita,” ujar Mane.

Pengunduran Diri dari Timnas Senegal

Mane juga menyampaikan bahwa setelah Piala Afrika ini, dia memutuskan untuk pensiun dari Timnas Senegal. “Saya sangat bahagia. Tapi seperti yang saya katakan, bagi saya, dengan AFCON, semuanya sudah berakhir,” tambahnya.

Karier yang Menginspirasi

Sadio Mane memulai debutnya untuk Senegal pada 2012 dan segera menjadi sosok sentral dalam tim nasional. Selama bertahun-tahun, dia menggabungkan kehebatan teknik bermainnya dengan kepemimpinan, membantu tim melalui berbagai turnamen regional serta Piala Dunia.

Selama karirnya di Timnas, Mane telah menyumbang dua gelar Piala Afrika, yaitu edisi 2021 dan 2025 yang baru saja berakhir. Kiprahnya sebagai pemain sepak bola nasional telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *