22 April 2026
AA1UuJy2.jpg

Pertamina EP (PEP) Papua Field mencatatkan pencapaian positif di awal tahun 2026 setelah sumur pengembangan Salawati SLW-C4X menunjukkan performa produksi yang melebihi target awal. Sumur ini berada di Formasi Kais, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, dan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produksi lapangan.

Sumur SLW-C4X mulai ditambang pada 2 November 2025 menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M. Produksi perdana (onstream) dilakukan pada 15 Desember 2025 dengan capaian awal sebesar 1.094 barel minyak per hari (barrels oil per day/BOPD).

Sejak mulai berproduksi, kinerja sumur SLW-C4X menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Hal ini langsung terasa pada total produksi Pertamina EP Papua Field. Pada 16 Desember 2025, produksi lapangan tercatat sebesar 1.535 BOPD, kemudian meningkat menjadi 1.800 BOPD pada 29 Desember 2025. Puncaknya terjadi pada 15 Januari 2026, ketika produksi lapangan berhasil menembus angka 2.007 BOPD.

General Manager Zona 14 Regional Indonesia Timur, Dadang Soewargono, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja teknis yang solid dari seluruh tim di lapangan. Menurutnya, capaian produksi sumur SLW-C4X menjadi bukti komitmen Pertamina EP dalam mendukung ketahanan energi nasional.

  • Keberhasilan sumur SLW-C4X di Formasi Kais menjadi kado awal tahun yang membanggakan. Produksi yang saat ini melampaui 2.000 barel per hari menunjukkan potensi besar lapangan di kawasan Indonesia Timur,” ujar Dadang dalam keterangan tertulis.

Dadang menambahkan, seluruh kegiatan operasi hulu migas tetap dijalankan dengan menjunjung tinggi aspek keselamatan, lingkungan, dan tata kelola perusahaan. Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) diterapkan secara konsisten untuk memastikan kegiatan operasional berjalan aman, selamat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas, pemerintah daerah, serta masyarakat adat atas dukungan terhadap kegiatan operasional perusahaan. Dukungan tersebut dinilai berperan penting dalam keberhasilan peningkatan produksi di Papua Field.

Ke depan, Pertamina EP Papua Field berharap keberhasilan sumur SLW-C4X dapat menjadi momentum untuk melanjutkan pengeboran sumur-sumur pengembangan berikutnya. Salah satu sumur yang saat ini tengah dibor adalah sumur Salawati SLW-E6X, yang diharapkan dapat kembali memperkuat kinerja produksi lapangan.

Tantangan dan Peluang di Lapangan Minyak

Lokasi sumur SLW-C4X di Formasi Kais menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki potensi eksploitasi yang signifikan. Ketersediaan sumber daya minyak bumi di kawasan ini telah menjadi fokus utama bagi Pertamina EP dalam upaya meningkatkan produksi energi nasional. Proses pengeboran yang dilakukan oleh rig PDSI #11.2/N80B-M menggambarkan komitmen perusahaan dalam mengadopsi teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Selain itu, kolaborasi antara Pertamina EP dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah dan masyarakat adat menunjukkan pentingnya pendekatan partisipatif dalam kegiatan operasional. Dukungan ini tidak hanya membantu dalam proses produksi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan lingkungan sekitar.

Komitmen terhadap ESG

Prinsip ESG yang diterapkan oleh Pertamina EP Papua Field menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan operasional. Dengan menjunjung tinggi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan, perusahaan menunjukkan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Tidak hanya itu, Pertamina EP juga terus berupaya untuk memenuhi standar regulasi yang berlaku, sehingga kegiatan operasional dapat berjalan secara transparan dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan dari berbagai pemangku kepentingan.

Masa Depan Produksi di Papua Field

Dengan keberhasilan sumur SLW-C4X, Pertamina EP Papua Field memiliki harapan besar untuk melanjutkan proyek pengembangan sumur lainnya. Salah satu proyek yang sedang dalam pengerjaan adalah sumur Salawati SLW-E6X, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi serupa terhadap produksi lapangan.

Proses pengeboran sumur baru ini akan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keamanan, efisiensi, dan dampak lingkungan. Dengan demikian, Pertamina EP tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *