22 April 2026
AA1TJdgY.jpg

Perkembangan Petenis Asia di Australian Open 2026

Tahun ini, Australian Open 2026 menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para petenis dari Asia. Di tengah gelombang kebangkitan pemain-pemain muda, Indonesia turut bersemangat dengan hadirnya Janice Tjen yang akan mengikuti turnamen bergengsi ini untuk pertama kalinya.

Janice Tjen akan menjalani debutnya di Australian Open 2026. Sebelumnya, dia telah tampil di US Open 2025 dan berhasil melaju hingga babak kedua. Kiprahnya di level turnamen paling prestisius ini menjadi pencapaian luar biasa. Ia menjadi pemain tunggal putri pertama dari Indonesia yang berhasil lolos ke putaran utama sejak Angelique Widjaja pada 2004. Selain itu, ia juga memecahkan penantian panjang selama 22 tahun bagi kontestan tunggal asal Tanah Air.

Selain Janice, ada lagi petenis Asia yang ikut meramaikan Australian Open 2026. Di sebelah utara pulau Sulawesi, Filipina juga memiliki wakil mereka yaitu Alexandra Eala. Eala lebih berpengalaman karena telah mengikuti tiga ajang Grand Slam tahun lalu, termasuk French Open, Wimbledon, dan US Open. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, untuk lolos ke semifinal Miami Open tahun lalu.

Di sisi lain, Thailand juga tidak ketinggalan dengan dua pemainnya, Lanlana Tararudee dan Mananchaya Sawangkaew, yang akan tampil di sektor tunggal putri Australian Open 2026. Mereka juga sempat bersaing di SEA Games 2025 bulan lalu dan kini siap menjadi kompetitor di panggung besar tenis internasional.

Pemimpin Baru di Dunia Tenis Asia

Janice dan Eala mendapat perhatian khusus dalam artikel yang dirilis oleh laman resmi Australian Open 2026 tentang gebrakan para petenis baru dari Asia. Bagi Eala, perhatian besar yang diterimanya disyukurinya. Ia mengatakan bahwa ia berusaha menerima semua dukungan tersebut dengan rasa syukur sebanyak mungkin. Menurutnya, tidak banyak pemain yang memiliki platform seperti ini, dan ia merasa beruntung memiliki dukungan di belakangnya.

“Saya tahu tidak banyak pemain yang memiliki platform seperti ini, dan, Anda tahu, sebuah berkah untuk memiliki dukungan ini di belakang saya,” ujarnya dalam wawancara dengan The Sit-Down.

Baik Tjen maupun Eala mengembangkan karier mereka di luar negeri. Eala berlatih di akademi milik legenda tenis Rafael Nadal di Mallorca, Spanyol sejak usia 13 tahun. Sementara itu, Janice mengasah kemampuannya sambil menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Ia baru saja lulus dari Pepperdine University pada 2024.

Karier yang Terstruktur dan Berprestasi

Kompetisi antar-kampus di Amerika Serikat sangat terstruktur, sehingga menjadi jalan menuju karier profesional. Hal ini tidak hanya berlaku untuk cabang olahraga tenis, tetapi juga untuk bidang-bidang lainnya.

Gaya main Janice Tjen dibandingkan dengan legenda tenis Australia, Asleigh Barty. Cara ia melakukan tembakan forehand dan slice backhand dinilai mirip dengan pemilik tiga gelar juara Grand Slam. Bahkan, bentuk topi yang mereka pakai pun sama. Kemenangannya yang mengejutkan pada babak pertama US Open 2025 sempat disorot oleh media Negeri Kanguru.

Janice tidak kaget saat permainannya dibanding-bandingkan dengan Barty. Ia mengakui bahwa Barty adalah panutan baginya. Ia sering menonton pertandingan-pertandingan Barty dan mencoba meniru apa yang berhasil untuk dirinya.

“Saya hanya mencoba untuk memahami permainannya sedikit lebih jauh,” katanya.

Wakil Indonesia Lainnya di Australian Open 2026

Selain Janice Tjen, Indonesia juga akan diwakili oleh Aldila Sutjiadi yang akan bertanding di ganda putri Australian Open 2026. Dia dan Janice akan menjadi lawan setelah lebih dahulu menjalin kolaborasi dengan pasangan masing-masing dari luar negeri di ajang ini.

Janice akan tampil lebih dulu dengan babak pertama sektor tunggal pada Selasa (20/1/2026). Lawannya adalah petenis Kanada berdarah Filipina, Leylah Fernandez.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *