Peran dan Tantangan Pelatih Sepak Bola Modern
Gareth Southgate, mantan pelatih Tim Nasional Inggris, memberikan pandangan mendalam mengenai kepergian beberapa pelatih kelas dunia seperti Enzo Maresca, Ruben Amorim, dan Xabi Alonso. Menurutnya, “perebutan kekuasaan” menjadi salah satu akar penyebab dari pergantian jabatan tersebut.
Dalam pesan panjang yang diunggah di halaman LinkedIn pribadinya, Southgate menyampaikan bahwa dalam dua minggu terakhir, tiga klub besar Eropa—Real Madrid, Manchester United, dan Chelsea—telah berpisah dengan pelatih kepala mereka. Dari ketiganya, Maresca menjabat selama 18 bulan, yang merupakan durasi terlama.
Meskipun setiap pelatih pergi dengan alasan dan situasi yang berbeda, Southgate menilai bahwa perebutan kekuasaan antara pelatih dengan eksekutif klub, karyawan, atau pemain menjadi faktor utama dari pengunduran diri mereka.
Evolusi Peran Pelatih Sepak Bola
Southgate menyatakan bahwa performa di lapangan dan hasil pertandingan hanyalah sebagian kecil dari tolok ukur seorang manajer modern. Ia juga mengakui bahwa peran pelatih telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Erosi otoritas seorang manajer telah menjadi proses bertahap selama bertahun-tahun,” ujarnya. “Proses ini dipercepat dengan diperkenalkannya secara luas direktur sepak bola, teknis, atau olahraga, yang sekarang mengawasi strategi sepak bola jangka panjang.”
Ia menjelaskan bahwa direktur-direktur ini biasanya melapor langsung kepada CEO atau pemilik klub, sehingga secara struktural berada di atas pelatih kepala. Meski demikian, Southgate tidak memiliki masalah dengan evolusi ini.
Kompleksitas dalam Manajemen Klub
Southgate menekankan bahwa strategi, budaya, perencanaan, dan kesinambungan sangat penting untuk kesuksesan di organisasi mana pun, termasuk klub sepak bola. Seorang pelatih kepala tidak lagi hanya bertugas melatih pemain, tetapi juga harus mengelola berbagai aspek lain.
“Selain itu, mengawasi jaringan pencarian bakat dunia, atau menjalankan operasi data yang canggih. Demikian pula, tidak masuk akal untuk membubarkan departemen medis atau ilmu olahraga setiap kali ada pergantian pelatih,” katanya.
Tantangan yang Semakin Berat
Meskipun Southgate mengakui bahwa otoritas pelatih saat ini lebih terbatas dibanding dulu, ia juga menyatakan bahwa peran tersebut semakin sulit karena adanya faktor-faktor tambahan.
“Bertentangan dengan keyakinan sebagian penggemar (sepak bola) bahwa peran tersebut (menjadi manajer) menjadi lebih sederhana (‘mereka hanya perlu melatih’), justru sebaliknya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kompleksitas dalam mengelola pemain modern, yang sering kali tergantung pada individu, ditambah taruhan finansial bagi klub, serta pengawasan dari media tradisional dan media sosial, membuat tekanan yang signifikan bagi seorang pelatih.
Tantangan Baru yang Menghadang
Pelatih kepala modern kini harus mengelola skuad yang lebih besar, tim pendukung yang lebih besar, tuntutan analitis yang jauh lebih besar, dan kewajiban media dan komersial yang terus meningkat. Hal ini diperparah oleh pergeseran kekuasaan dan status yang halus, terkadang tanpa disengaja, yang tersirat dari perpindahan dari jabatan manajer ke pelatih kepala.