Pelatihan Fisik dan Kekompakan Calon Petugas Haji
Pendidikan dan pelatihan para calon petugas haji dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, pekan pertama ditutup dengan agenda Fun Walk. Kegiatan ini dilakukan bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, yang mengajak sekitar 1.600 calon petugas haji untuk berolahraga jalan kaki sejauh 5 kilometer mengitari kompleks Asrama Haji.
Namun, kegiatan fun walk harus dihentikan di KM 2,5 karena hujan. Meski begitu, sedikitnya 26 calon petugas haji tetap melanjutkan fun walk, bahkan lari bersama Dahnil hingga mencapai jarak 7 km. Hal ini menunjukkan semangat dan komitmen para peserta pelatihan dalam menjaga kondisi fisik mereka.
Setelah fun walk, seluruh calon PPIH melakukan sarapan bersama dalam satu ruangan. Dahnil pun bergabung dengan mereka dan makan menu yang sama, yakni nasi kotak. Ini menjadi contoh bagaimana para pemimpin dapat merasakan pengalaman yang sama dengan bawahan mereka, sehingga memperkuat ikatan antara pemimpin dan anggota tim.
Peningkatan Kemampuan Fisik dan Endurance
Dalam Diklat kali ini, kemampuan fisik dan endurance calon PPIH akan ditingkatkan secara bertahap. Rencananya, pekan depan akan diadakan fun walk lagi dengan jarak yang lebih jauh. Dahnil menjelaskan bahwa upaya meningkatkan kemampuan fisik bisa dimulai dari berjalan kaki.
“Para petugas haji berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Makanya tadinya saya pribadi mau ajak 5 kilo tapi kemudian Bapak-bapak TNI dan polisi menyarankan jangan diajak 5 kilo dulu, pelan-pelan jalan dulu,” terangnya.
Selain jalan kaki, para petugas haji juga dilatih baris berbaris selama sepekan pertama diklat. Untuk melatih kekompakan, mereka juga membuat yel-yel grup. Hal ini penting untuk membangun rasa persatuan dan kerja sama antar anggota tim.
Persiapan untuk Melayani Jamaah Haji
Yang jelas, sepekan pertama banyak diisi oleh pelatihan fisik. Karena para petugas haji disiapkan untuk melayani jamaah haji dalam menjalani ibadah yang lebih dari 90 persennya berupa aktivitas fisik. Oleh karena itu, peningkatan kondisi fisik sangat penting agar mereka mampu bekerja secara optimal.
Para petugas haji pun diberikan PR khusus. Setelah Diklat berakhir pada 30 Januari mendatang, mereka wajib berolahraga setiap hari untuk menjaga kebugaran. Juga menjaga asupan makanan agar tubuh tetap sehat. Dengan demikian, mereka akan siap memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji.
Tanggung Jawab dan Komitmen
Yang jelas, berbagai cara harus dilakukan agar petugas haji benar-benar dalam kondisi fit saat melayani lebih dari 200 ribu jamaah haji Indonesia di tanah suci. Mereka akan menjadi pelayan tamu-tamu Allah, sehingga kerjanya harus maksimal. Agar mampu melayani dengan maksimal, butuh dukungan tubuh yang sehat dan bugar.
Pelatihan ini bukan hanya tentang teknis pelayanan, tetapi juga tentang membentuk mental dan fisik yang tangguh. Dengan pendekatan yang baik dan sistematis, diharapkan para petugas haji dapat memberikan layanan yang terbaik bagi jamaah haji, sesuai dengan harapan umat Islam di Indonesia.