26 April 2026
AA1UeM4v.jpg

Tiga Masalah Utama Kesehatan Gigi yang Terjadi di Indonesia

CEO Audy Dental, Yulita Bong, mengungkapkan bahwa ada tiga masalah utama kesehatan gigi yang sering terjadi dalam praktik klinis Audy Dental. Ketiga masalah tersebut adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang pada anak dan dewasa, serta rendahnya kebiasaan perawatan gigi preventif dan rutin. “Temuan ini mencerminkan bahwa meskipun kesadaran masyarakat mulai meningkat, kesehatan gigi masih sering diperlakukan sebagai kebutuhan yang ditunda hingga muncul keluhan,” ujar Yulita.

Temuan ini juga didukung oleh data nasional. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa 57 persen penduduk usia 3 tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut, namun hanya 11,2 persen yang mencari pengobatan. Selain itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa ketidakpastian harga perawatan gigi menjadi salah satu alasan orang enggan ke dokter gigi.

“Jika dibandingkan dengan 2024, kami mencatat peningkatan lebih dari 25 persen pada kasus ketidakharmonisan susunan gigi serta sekitar 10 persen pada kasus gigi berlubang,” tambah Yulita.

Perawatan Preventif yang Masih Kurang Diperhatikan

Fakta yang disayangkan adalah banyak pasien baru datang setelah muncul keluhan, padahal perawatan preventif dan rutin sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap biaya yang tidak terprediksi masih menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat. “Audy Dental berkomitmen menghadirkan rencana perawatan yang transparan, agar pasien dapat memahami kondisi serta pilihan perawatan sejak awal dan lebih percaya diri dalam menjaga kesehatan giginya,” jelas Yulita.

Melalui temuan ini, Yulita dan tim berupaya mendorong perubahan perilaku masyarakat agar menjadikan perawatan gigi sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Tujuan mereka adalah membantu masyarakat Indonesia menjalani perawatan gigi dengan percaya diri agar bisa #SenyumTanpaRagu.

Fokus pada Kesehatan Gigi Anak

Salah satu perhatian utama Audy Dental adalah kondisi kesehatan gigi anak. Sepanjang 2025, Audy Dental mencatat bahwa lebih dari 70 persen pasien anak datang dalam kondisi gigi yang sudah cukup parah atau membutuhkan penanganan lanjut. “Perawatan gigi anak sejak dini sangat penting karena kondisi gigi susu akan mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen, struktur rahang, hingga kebiasaan perawatan gigi anak di masa depan,” ujar Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak Audy Dental, Eka Sabaty Shofiyah.

Eka Sabaty menambahkan bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya penting bagi anak, tetapi juga bagi orang dewasa. Kesehatan gigi tidak hanya berkaitan dengan fungsi mulut, tetapi juga berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan serta kepercayaan diri seseorang. Masalah gigi yang dibiarkan dapat mempengaruhi kualitas makan, berbicara, hingga interaksi sosial. “Karena itu, perawatan gigi rutin seperti scaling, topical fluoride, fissure sealant menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah gigi berlubang – sebagai investasi bagi kesehatan dan kualitas hidup jangka panjang,” tambahnya.

Komitmen Audy Dental dalam Membangun Kebiasaan Sehat

Yulita percaya bahwa kesehatan gigi dan senyum sehat adalah fondasi kualitas hidup. “Melalui edukasi, layanan spesialis, dan akses yang luas, Audy Dental berkomitmen mendampingi keluarga Indonesia membangun kebiasaan perawatan gigi yang berkelanjutan demi #SenyumTanpaRagu,” tutur Yulita Bong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *