21 April 2026
AA1TWroP.jpg

Peran Penting Penanaman Pohon dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan

Penanaman pohon menjadi salah satu langkah penting dalam upaya memulihkan lingkungan yang semakin terancam oleh berbagai masalah seperti peningkatan emisi karbon, degradasi lahan, dan risiko bencana alam seperti banjir serta abrasi. Pohon tidak hanya berperan sebagai penghasil oksigen, tetapi juga membantu menstabilkan tanah, menyerap karbon dioksida (CO₂), menjaga ketersediaan air, serta mendukung keanekaragaman hayati.

Selain manfaat ekologisnya, pohon juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Oleh karena itu, penghijauan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Di Indonesia, peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon telah ditetapkan sejak tahun 1993, yaitu pada tanggal 10 Januari setiap tahunnya.

Program PNM Hijaukan Negeri: Aksi Nyata dalam Penghijauan Nasional

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program penghijauan nasional, termasuk Gerakan Nasional Penanaman Satu Miliar Pohon (GNP-SMP), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan program PNM Hijaukan Negeri. Hingga Desember 2025, PNM telah berhasil menanam total sebanyak 374.839 pohon, yang diperkirakan mampu menyerap lebih dari 8.900 ton CO₂.

Capaian ini merupakan hasil dari penanaman 287.761 pohon di 67 titik sepanjang tahun 2024, serta tambahan 87.078 pohon selama tahun 2025. Langkah ini selaras dengan tujuan GNP-SMP dalam meningkatkan tutupan vegetasi nasional dan memulihkan lahan kritis guna mengurangi dampak perubahan iklim.

Pemilihan Jenis Pohon yang Sesuai dengan Ekologi Wilayah

PNM memilih jenis pohon yang disesuaikan dengan karakteristik ekologi masing-masing wilayah. Untuk daerah pesisir, misalnya, pohon mangrove dan cemara laut dipilih karena kemampuannya dalam melindungi garis pantai. Sementara itu, untuk lahan basah, pohon rambai dan jelutung rawa digunakan. Di ruang publik, pohon glodokan, trembesi, tabebuya, jambu mete, dan akar wangi menjadi pilihan utama.

Selain pohon konservasi, PNM juga menanam pohon produktif seperti mangga, alpukat, durian, pala, kakao, dan kopi. Hal ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, sesuai dengan semangat GNP-SMP yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan penghijauan.

Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Penanaman

Kegiatan penanaman dilakukan bersama masyarakat lokal dan nasabah PNM, sehingga menjadi gerakan kolektif yang memperkuat kesadaran akan pentingnya lingkungan. Penanaman berbagai jenis pohon konservasi dan produktif diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara, memperbaiki ekosistem pesisir, serta memberikan perlindungan alami terhadap bencana banjir dan abrasi.

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari visi pemberdayaan PNM. “Kami meyakini bahwa pemberdayaan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Melalui PNM Hijaukan Negeri, kami ingin memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus bagi ekosistem yang menopang kehidupan,” ujarnya.

Kontribusi untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Melalui kontribusi ini, PNM tidak hanya mendukung keberhasilan GNP-SMP dan peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon, tetapi juga berperan aktif dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Upaya ini bertujuan untuk mendorong terciptanya bumi pertiwi yang lebih asri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *