22 April 2026
AA1TRNvS.jpg

Realisasi Anggaran Sekolah Rakyat Capai Rp6,6 Triliun

Realisasi anggaran untuk program Sekolah Rakyat (SR) telah mencapai sebesar Rp6,6 triliun hingga akhir tahun anggaran 31 Desember 2025. Angka ini menunjukkan bahwa sekitar 85% dari total pagu yang dialokasikan sebesar Rp8,2 triliun telah direalisasikan. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, dalam Konferensi Pers APBN Kita pada Kamis (8/1/2026).

Thomas menjelaskan bahwa penyerapan anggaran tersebut terutama digunakan untuk sektor infrastruktur pendidikan. Sebanyak Rp5,4 triliun dialokasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan renovasi berbagai sentra pendidikan. Sementara sisanya, yaitu sebesar Rp1,1 triliun, digunakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk proses penyelenggaraan pendidikan di 166 unit Sekolah Rakyat.

Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Secara demografis, intervensi anggaran ini menyasar 15.895 siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di kategori desil 1 dan desil 2. Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di lapisan masyarakat paling bawah.

Operasional Sekolah Rakyat melibatkan 6.849 guru atau tenaga kependidikan, dengan mengoperasikan 166 Sekolah Rakyat dari tingkat SD hingga SMA.

Alokasi Anggaran Tahun 2026 untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Berdasarkan catatan Bisnis, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap alokasi anggaran pembangunan proyek strategis Sekolah Rakyat (SR) pada 2026 disiapkan sebesar Rp20 Triliun. Direktur Jenderal (Dirjen) Prasana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto menjelaskan bahwa anggaran Rp20 triliun itu digunakan untuk pelaksanaan pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat yang terkontrak tahun jamak (Multiyears Contract/MYC) 2025 – 2026.

Sementara itu, sisanya yakni sebanyak 100 unit Sekolah Rakyat merupakan proyek MYC baru Tahun 2026 – 2027. “Untuk Sekolah Rakyat tahap 2 sebesar Rp20 triliun untuk mendukung pembangunan sebanyak 200 unit sekolah rakyat,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kamis (11/9/2025).

Fokus pada Infrastruktur dan Akses Pendidikan

Pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengembangan sistem pendidikan yang lebih inklusif. Dengan adanya anggaran yang besar, pemerintah berkomitmen untuk memastikan akses pendidikan yang layak bagi masyarakat rentan.

Selain itu, program ini juga memberikan peluang bagi para guru dan tenaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan jumlah guru sebanyak 6.849 orang, setiap sekolah akan memiliki cukup tenaga untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa.

Dengan realisasi anggaran yang mencapai 85%, program Sekolah Rakyat menunjukkan progres yang signifikan dalam upaya pemerintah untuk memperkuat pendidikan di kalangan masyarakat miskin. Di masa depan, diperlukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa semua anggaran yang dialokasikan benar-benar digunakan secara efektif dan berdampak nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *