21 April 2026
gunung-sumbing.jpg

Gunung Semeru Kembali Meletus dengan Kolom Letusan Tinggi

Gunung Semeru, yang berada di batas antara Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada hari Kamis, 8 Januari 2026. Erupsi ini terjadi pada pukul 07.14 WIB, dengan kolom letusan mencapai ketinggian sekitar 700 meter dari puncak atau setinggi 4.376 meter di atas permukaan laut.

Menurut Sigit Rian Alfian, petugas dari Pos Pemantauan Gunung Semeru, kolom bahan letusan terlihat berwarna putih hingga abu-abu dengan kepadatan tinggi yang menuju arah barat laut. Aktivitas erupsi tersebut tercatat dalam seismograf dengan amplitudo tertinggi sebesar 14 mm dan durasi selama 120 detik.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Gunung Semeru mengalami empat kali erupsi pada hari yang sama. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.33 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter dari puncak. Selanjutnya, pada pukul 05.19 WIB, erupsi kedua tercatat dengan ketinggian kolom letusan 600 meter dari puncak.

Beberapa menit kemudian, tepatnya pada pukul 05.25 WIB, Gunung Semeru kembali meletus dengan ketinggian kolom letusan yang sama, yaitu 700 meter dari puncak. Erupsi ketiga terjadi pada pukul 07.14 WIB, yang menjadi erupsi terakhir pada hari tersebut.

Status Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru adalah Level III (Siaga). Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Oleh karena itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di area tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (semua area sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dilakukan karena ada risiko terpapar awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Selain itu, warga diharapkan tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena adanya risiko bahaya dari lontaran batu (pijar).

Ancaman Bahaya yang Harus Diperhatikan

Masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, aliran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang bersumber dari puncak Gunung Api Semeru.

Ancaman ini terutama terjadi di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, ada risiko lahar pada anak-anak sungai yang berasal dari Besuk Kobokan.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Untuk meminimalkan risiko bencana, masyarakat di sekitar Gunung Semeru harus tetap memperhatikan informasi resmi dari instansi terkait. Selain itu, penting bagi warga untuk menghindari daerah-daerah yang telah ditetapkan sebagai zona rawan.

Pemerintah dan instansi terkait juga perlu terus memantau aktivitas gunung berapi ini secara berkala. Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi ancaman dari Gunung Semeru.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *