23 April 2026
AA1TQy5n.jpg

Peran Bulog dalam Menjaga Ketersediaan Pangan Nasional

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan pentingnya peran jajaran Bulog dalam memperkuat stok nasional dengan proaktif menyerap hasil panen jagung yang dihasilkan oleh Polri. Permintaan ini disampaikan saat acara Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang berlangsung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, pada hari Kamis.

Rizal mengingatkan bahwa penyerapan jagung harus dilakukan secara optimal dan berkelanjutan, terutama dari hasil panen yang dikelola oleh Polda Lampung dan seluruh jajaran Polri di Indonesia. “Saya harapkan teman-teman Bulog proaktif menjemput bola, jangan sampai menunggu. Kalau perlu, pendampingan terus sampai dengan panen selesai,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Rizal berdialog dengan Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika. Turut hadir dalam dialog tersebut adalah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang dikenal sebagai Titiek Soeharto, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Sinergi antara Bulog dan Polri

Ahmad Rizal menegaskan bahwa jajaran Bulog perlu menjemput bola di lapangan agar penyerapan jagung tidak tertunda. Koordinasi intensif lintas wilayah diperlukan untuk mendukung petani mitra Polri secara langsung. Pendampingan harus dilakukan sejak awal hingga panen selesai untuk memastikan kualitas, kuantitas, serta kelancaran distribusi jagung dari sentra produksi utama ke daerah prioritas nasional.

Kebijakan proaktif ini diharapkan dapat memperkuat cadangan jagung nasional, menstabilkan pasokan pangan, serta meningkatkan sinergi antara Bulog dan Polri. Rizal juga mengapresiasi kontribusi Polri dalam produktivitas jagung. “Saya lihat Polri dengan cepat bertransformasi terkait dengan masalah pertanian,” katanya.

Panen Raya Jagung oleh Polri

Polri menggelar panen raya jagung serentak dengan total produksi 743.522 ton di 36 wilayah sebagai wujud komitmen mendukung program swasembada pangan nasional. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mencapai target swasembada jagung yang dicanangkan oleh Presiden.

Panen raya yang dipusatkan di Kabupaten Bekasi merupakan pembuka dari keseluruhan panen yang akan dilakukan di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi hasil produksi mencapai 743.522 ton. Pada hari pertama, panen dilakukan di lahan seluas 1.191 hektare dengan produksi 11.912 ton jagung. Di lokasi pusat kegiatan, panen dilakukan di area seluas 25 hektare binaan Polda Metro Jaya, dengan perkiraan 100 ton jagung berjenis pipilan kering dipanen.

Strategi Penyerapan Jagung oleh Bulog

Untuk memastikan penyerapan jagung berjalan efektif, Bulog diharapkan melakukan pendampingan langsung kepada petani. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas jagung yang dihasilkan sesuai standar, serta meminimalkan kerugian akibat gangguan logistik atau cuaca. Dengan pendampingan yang terus-menerus, Bulog bisa lebih cepat merespons kebutuhan pasar dan menjaga stabilitas harga jagung di tingkat masyarakat.

Selain itu, koordinasi antara Bulog dan Polri menjadi kunci sukses dalam pengelolaan pasokan pangan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan bisa memberikan manfaat langsung kepada para petani, termasuk dalam hal akses pasar dan perlindungan hukum terhadap hak-hak mereka.

Potensi Produksi Jagung Nasional

Produksi jagung yang dihasilkan oleh Polri memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Dengan luas lahan yang digarap mencapai 47.830 hektare, jumlah produksi yang diharapkan bisa mencapai 743.522 ton. Angka ini sangat signifikan dalam mendukung swasembada pangan, terutama karena jagung merupakan salah satu komoditas pangan utama di Indonesia.

Selain itu, keberhasilan panen raya jagung ini juga menjadi indikator positif bagi kemajuan sektor pertanian di Indonesia. Dengan dukungan dari lembaga seperti Bulog dan Polri, diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk meningkatkan pendapatan para petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *