21 April 2026
AA1TxIu9.jpg

Pertamina Pastikan Aset di Venezuela Tak Terpengaruh oleh Situasi Politik

PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa aset dan blok minyak serta gas bumi (migas) yang dimiliki di Venezuela tidak terdampak oleh eskalasi politik yang sedang berlangsung di negara tersebut. Hal ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari anak perusahaan Pertamina, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

Pemegang saham mayoritas pada Maurel & Prom (M&P), salah satu perusahaan yang dikelola oleh PIEP, adalah Pertamina dengan kepemilikan sebesar 71,09%. Selain itu, Pertamina melalui M&P memiliki hak partisipasi sebesar 40% di lapangan Urdaneta Oeste yang terletak di Danau Maracaibo.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” ujar Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani dalam keterangan resmi yang dirilis Minggu (4/1/2025).

PIEP, kata dia, terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap dinamika situasi yang berkembang. Selain itu, perusahaan juga menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas. Ini sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional.

Peristiwa Militer AS di Venezuela

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer kilat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. Menurut laporan Bloomberg, pasukan komando AS hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga jam untuk mengakhiri kekuasaan Maduro, yang selama bertahun-tahun bertahan di tengah tekanan Washington.

Lebih dari 150 pesawat militer AS dikerahkan setelah pertahanan udara Venezuela berhasil dilumpuhkan. Unit Delta Force Angkatan Darat AS kemudian dikirim ke pangkalan militer tempat Maduro bermalam. Pasukan tersebut mendobrak pintu baja lokasi persembunyian dan menangkap Maduro serta istrinya sebelum keduanya sempat mencapai ruang aman. Pasangan itu lalu diterbangkan dengan helikopter ke sebuah kapal perang AS dalam perjalanan menuju pengadilan di New York.

“Dia mencoba mencapai tempat yang aman. Pintu itu sangat tebal dan berat, tetapi dia tidak berhasil menutupnya,” ujar Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (3/1/2026). Trump mengaku menyaksikan operasi tersebut secara langsung melalui siaran langsung. Dia baru mengumumkan penangkapan Maduro melalui media sosial setelah helikopter yang membawa pemimpin Venezuela itu dipastikan aman, meskipun laporan ledakan di Caracas telah lebih dulu beredar.

Tanggung Jawab dan Keselamatan Operasional

Pertamina tetap menjaga kewaspadaan terhadap situasi yang terjadi di Venezuela. Perusahaan memastikan bahwa seluruh operasional dan stafnya tetap dalam kondisi aman. Koordinasi dengan pihak KBRI menjadi salah satu langkah penting dalam memantau perkembangan situasi dan memastikan keberlanjutan operasional.

Selain itu, Pertamina juga memperhatikan aspek legal dan regulasi yang berlaku di negara-negara di mana perusahaan beroperasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa segala aktivitas bisnis tetap sesuai dengan standar internasional dan menjaga hubungan baik dengan pemerintah setempat.

Tantangan dan Strategi Ke depan

Meski situasi politik di Venezuela masih memunculkan ketidakpastian, Pertamina tetap optimis bahwa aset dan operasionalnya akan tetap stabil. Perusahaan juga terus meningkatkan kerja sama dengan mitra lokal dan pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran operasional.

Dengan strategi yang matang dan komitmen terhadap keselamatan serta keberlanjutan, Pertamina berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor migas di berbagai wilayah, termasuk di Venezuela.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *