Kader Golkar Sumut yang Layak Memimpin
Politikus senior Partai Golkar, Hardi Mulyono Surbakti, menilai bahwa ada banyak kader Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) yang layak memimpin partai di masa depan. Ia menekankan bahwa pergantian jabatan Ketua Golkar Sumut dilakukan demi kepentingan masa depan partai serta mendukung kebijakan Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Menurut Hardi, beberapa nama yang dianggap layak memimpin Golkar Sumut antara lain Irham Buana Nasution, Rolel Harahap, Yasir Ridho Lubis, Andar Amin Harahap, dan tokoh muda Golkar Rahmadianshah. Nama-nama tersebut dinilai memiliki ketokohan dan kedekatan personal dengan Gubsu saat ini.
Hardi juga menyarankan agar Hendri Yanto Sitorus tidak memaksakan diri untuk maju sebagai calon Ketua DPD Sumut. Menurutnya, Hendri tidak akan sanggup memimpin DPD Golkar Sumut karena banyaknya kader yang harus diakomodir. Apalagi, permasalahan di Kabupaten Labuhanbatu Utara perlu perhatian lebih oleh Hendri selaku Bupati.
“Tentunya, memimpin DPD Golkar Sumut tidak akan sama dengan memimpin Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dari berbagai aspek, anak Buyung Sitorus itu sangat tidak layak memimpin Golkar Sumut,” kata Hardi Mulyono.
Saat ini, kegaduhan di tubuh Partai Golkar Sumut masih terus berlanjut setelah Musa Rajekshah (Ijeck) dicopot sebagai Ketua DPD Golkar Sumut tanpa alasan jelas. Hardi mengingatkan bahwa Golkar Sumut tetap bisa menjadi partai besar dan diperhitungkan, karena selama ini dipimpin oleh sosok dengan ketokohannya yang sudah teruji.
Beberapa nama besar yang pernah memimpin Golkar Sumut antara lain adalah Mudyono, Effendi Ritonga, Yunus Harahap, Ali Umry, Syamsul Arifin, Ajib Shah, Ngogesa Sitepu, dan Ijeck. “Jelaslah, anak Buyung Sitorus yang disiapkan menggantikan Ijeck, sangat beda kualitas dengan nama-nama tokoh yang pernah memimpin Golkar Sumut,” ujarnya.
Karenanya, Hardi Mulyono mendesak DPP Golkar agar Musda Sumut yang akan dilaksanakan pada awal tahun 2026, membuka peluang bagi kader-kader terbaik untuk mencalonkan diri. Ia berharap, musda Golkar kali ini merupakan tantangan bagi kelima kader terbaik Golkar Sumut tersebut.
“Ini kesempatan bagi kader terbaik Golkar Sumut untuk maju sebagai Ketua DPD Sumut.”
Peringatan untuk Plt Ketua DPD
Berkaitan dengan kegaduhan dan keresahan di tubuh Golkar Sumut, Hardi Mulyono juga mengingatkan Plt Ketua DPD Ahmad Doli Kurnia Tanjung untuk tidak menciptakan kondisi yang membuat perpecahan kader. “Laksanakan saja tugas yang diberikan DPP kepada anda di Sumut. Tak perlu melontarkan pernyataan-pernyataan bohong dan menyesatkan, yang malah bisa menambah kegaduhan yang sudah ada,” pinta Hardi.
Hardi menambahkan, Ijeck telah menerima atas pencopotan dirinya sebagai Ketua Golkar Sumut, meski hal tersebut tidak pernah dibicarakan DPP dengannya. Sikap legowo Ijeck itu, artinya dia telah berupaya agar pencopotannya tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.
“Mestinya, Doli tidak perlu lagi menimbulkan kegaduhan baru dengan menebar kebohongan. Itu sikap picik!” kata dia.
Pertanyaan terhadap Kontribusi Doli Tanjung
Hardi juga mempertanyakan peran dan kontribusi Doli Tanjung sebagai wakil rakyat Sumut di DPR-RI, baik untuk masyarakat maupun untuk Golkar Sumatera Utara. “Doli datang merasa bagaikan pahlawan di Golkar Sumut. Padahal, tak ada kontribusinya untuk partai selama ini,” jelasnya.