Tantangan yang Dihadapi Polri pada 2025
Polri tidak hanya menghadapi kejahatan konvensional, tetapi juga tantangan modern seperti cybercrime dan dampak media sosial. Tantangan ini membutuhkan penyesuaian strategi dan penguasaan teknologi untuk menjaga kinerja yang optimal dalam menjalankan tugasnya.
Dalam rangka mengevaluasi kinerja Polri sepanjang tahun 2025, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan menyampaikan bahwa Polri berhasil melalui berbagai tantangan dengan kinerja yang baik dan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. Ia menilai dedikasi dan loyalitas dari seluruh jajaran Polri sangat tinggi.
Capaian dan Terobosan Polri
Selama tahun 2025, banyak capaian dan terobosan dilakukan oleh Polri. Mulai dari pengungkapan kejahatan konvensional, kejahatan terorganisir hingga kejahatan cybercrime. Contohnya, Polri berhasil memberantas narkoba dengan menyita lebih dari 214 ton berbagai jenis narkoba. Selain itu, pemberantasan judi online dan penipuan online yang selama ini meresahkan masyarakat juga menjadi salah satu fokus utama.
Tidak hanya itu, Polri juga berhasil mengungkap kasus tambang ilegal serta berbagai kasus pembunuhan, pencurian, dan perampokan. Keberhasilan dalam pengamanan mudik lebaran 2025 dan pengamanan Natal 2025 serta kegiatan kenegaraan lainnya dinilai sangat diapresiasi oleh masyarakat.
Menghadapi Kritikan dan Teakan
Meski memiliki banyak capaian, Polri sering kali mendapat kritikan dari masyarakat. Namun, menurut Edi Hasibuan, Polri tetap tegar menghadapi semua kritikan dan tekanan yang datang dari berbagai pihak. Ia percaya bahwa hal tersebut akan membuat Polri semakin kokoh dan kuat.
Menurut Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini, walau banyak sorotan dan kritikan pedas dialamatkan kepada Polri, faktanya semua itu dilalui dan dihadapi Polri dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai bahan introspeksi. Kapolri dalam banyak hal menerima serta mendengarkan suara masyarakat. Polri pun terus berbenah dan menjaga komitmennya memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Persepsi Masyarakat dan Dampak Media Sosial
Edi Hasibuan menilai bahwa tidak mudah menjadi dan melaksanakan tugas Polri saat media sosial sangat “berkuasa” dewasa ini. Faktanya, tidak semua tugas Polri yang sudah dijalankan dengan baik, kurang mendapat penerimaan yang baik dari masyarakat. Bahkan, tidak jarang dampak media sosial bisa mempengaruhi persepsi masyarakat dari tugas pelayanan yang bagus menjadi buruk.
Namun, demikian Edi melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam pelayanan pengamanan Natal dan pengelolaan SPPG dalam mendukung program pemerintah saat ini diakui banyak pihak adalah yang terbaik. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama bulan Desember 2025, tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan Polri dalam bidang pengamanan Natal dan Pengelolaan SPPG berada pada angka 80.1 persen.
Harapan untuk Jajaran Polri
Ketua Prodi Magister Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini pun meminta kepada seluruh jajaran Polri jangan pernah lelah memberikan pelayanan terbaik. Ia mengingatkan agar jajaran Polri terus meningkatkan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
“Rakyat sangat membutuhkan kehadiran polisi. Kita memahami polisi kerap dicaci. Tapi kehadiran polisi setiap saat selalu dirindu masyarakatnya,” kata pemerhati kepolisian ini.