26 April 2026
kunjungan-ketua-umum-pbnu-di-lirboyo-wa8l-dom.jpg

Pengambilan Keputusan Muktamar Ke-35 NU

Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama jajaran Mustasyar PBNU telah mengambil keputusan penting terkait pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa muktamar harus segera dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak seperti Mustasyar PBNU, para sesepuh, serta pengasuh pesantren dalam menentukan waktu, tempat, dan kepanitiaan.

Keputusan ini menugaskan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai penyelenggara utama. Rapat digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis 25 Desember 2025. Dalam putusan yang dikeluarkan, disebutkan bahwa Muktamar Ke-35 akan diselenggarakan secepat-cepatnya oleh dua tokoh utama tersebut, dengan keterlibatan penuh dari Mustasyar PBNU, sesepuh, serta pengasuh pesantren.

Perkembangan Persoalan Internal PBNU

Pembahasan tentang Muktamar Ke-35 tidak lepas dari permasalahan internal PBNU yang telah berlangsung cukup lama. Awalnya, Gus Yahya dianggap diberhentikan oleh KH Miftach melalui forum Rapat Syuriyah PBNU. Penolakan terhadap putusan ini dinilai memicu eskalasi konflik yang semakin tajam dan berkepanjangan.

Untuk menjawab situasi ini, para Mustasyar PBNU, sesepuh, serta alim ulama NU mengambil inisiatif musyawarah. Berbagai pertemuan digelar, mulai dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, hingga puncaknya Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo pada 1 Rajab 1447 H atau bertepatan dengan 21 Desember 2025.

Musyawarah Kubro dihadiri oleh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia. Pertemuan ini awalnya dijadwalkan oleh KH Miftach melalui surat bernomor 4829/PB.02/A.I.01.02/99/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025 sebagai forum Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU dengan Mustasyar. Sementara kehadiran Gus Yahya berdasarkan undangan resmi Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH M. Anwar Manshur bernomor 064/A/AZM/P2L/XII/2025.

Rekonsiliasi yang Menghangatkan

Setelah rapat berakhir, video rekonsiliasi berdurasi sekitar satu menit sembilan detik beredar. Dalam video tersebut, tampak Gus Yahya mencium tangan serta pipi kanan dan kiri KH Miftach yang menyambutnya dengan hangat. Gus Yahya juga menyalami dan mencium tangan para Mustasyar PBNU, termasuk KH Ma’ruf Amin, KH M. Anwar Manshur, dan KH Nurul Huda Djazuli. Ia juga berpelukan singkat dengan KH Nurul Huda Djazuli.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Mustasyar PBNU, antara lain KH Ma’ruf Amin, KH M. Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, dan Prof Machasin. Dari Rais Syuriyah PBNU hadir KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Idris Hamid, KH Mu’adz Thohir, KH Muhibbul Aman Aly, KH Imam Buchori Cholil, KH Muhammad Cholil Nafis, dan Mohammad Nuh.

Sementara dari jajaran Katib Syuriyah PBNU hadir KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, KH Afifuddin Dimyathi, KH Abdul Latif Malik, Gus Aunullah A’lal Habib, Tajul Mafakhir, Abdul Moqsith Ghazali, dan Sarmidi Husna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *