Dewa News -.CO.ID – JAKARTA.
Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK) memproyeksikan pertumbuhan peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sebesar 5% hingga 7% pada tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada tren pertumbuhan peserta dan aset DPLK yang stabil dalam tiga tahun terakhir.
Ketua Umum ADPLK, Tondy Suradiredja, menyatakan bahwa industri DPLK masih memiliki prospek positif dengan ruang pertumbuhan yang luas. Dalam tiga tahun terakhir, aset DPLK tumbuh stabil di kisaran 6% hingga 8% YoY.
“Kami melihat prospek bisnis DPLK tetap positif dengan ruang pertumbuhan yang luas,” ujar Tondy kepada Dewa News, Sabtu (20/12/2025).
Secara umum, pertumbuhan peserta berasal dari sektor korporasi yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun atau pesangon kepada DPLK sebagai langkah menghindari risiko cashflow di masa depan.
Meski demikian, ADPLK melihat potensi pertumbuhan yang cukup besar dari segmen pekerja informal dan peserta individu. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, total angkatan kerja Indonesia mencapai 153,05 juta orang, dengan sekitar 86,58 juta orang atau 59% di antaranya bekerja di sektor informal.
Besarnya porsi pekerja informal tersebut dinilai menjadi peluang jangka panjang bagi industri dana pensiun. Namun, Tondy mengakui bahwa kontribusi pertumbuhan peserta dari segmen ini masih belum sebesar korporasi.
“Kami melihat ada potensi peningkatan dari segmen pekerja informal ataupun individu, walau lonjakannya tidak sebesar peserta korporasi,” ucapnya.
Kendati demikian, Tondy juga mengatakan bahwa partisipasi dana pensiun sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan disposable income atau pendapatan bersih masyarakat. Di tengah dinamika ekonomi, masyarakat cenderung lebih mengutamakan kebutuhan jangka pendek.
Di samping itu, preferensi masyarakat untuk memilih instrumen investasi yang likuid sehingga bisa dicairkan sewaktu-waktu juga menjadi faktor banyak yang belum memahami pentingnya dana pensiun.
Ke depannya, Tondy berharap stabilitas ekonomi domestik dapat mendorong pemulihan daya beli masyarakat, khususnya kalangan kelas menengah. Dengan kondisi ekonomi yang stabil, partisipasi peserta individu dan pekerja informal diharapkan bisa meningkat.
“Jika ekonomi domestik lebih stabil, kami berharap daya beli masyarakat kelas menengah dapat pulih sehingga partisipasi individu dapat meningkat,” ucapnya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan DPLK
Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan DPLK:
-
Stabilitas Ekonomi
Kondisi ekonomi yang stabil akan memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kalangan kelas menengah. Dengan daya beli yang pulih, partisipasi peserta individu dan pekerja informal diharapkan meningkat. -
Pemahaman Masyarakat tentang Dana Pensiun
Banyak masyarakat masih kurang memahami pentingnya dana pensiun. Hal ini membuat mereka lebih memilih instrumen investasi yang likuid dan mudah dicairkan. -
Peran Sektor Korporasi
Sektor korporasi menjadi sumber utama pertumbuhan peserta DPLK. Perusahaan-perusahaan yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun kepada DPLK sebagai upaya mengurangi risiko cashflow di masa depan. -
Potensi Segmen Pekerja Informal
Sebagian besar angkatan kerja Indonesia bekerja di sektor informal. Meskipun kontribusi dari segmen ini masih rendah, potensinya sangat besar dan menjadi peluang jangka panjang.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Tondy menyatakan bahwa meskipun ada tantangan, industri DPLK tetap memiliki ruang untuk berkembang. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang manfaat dana pensiun.
Namun, dengan kebijakan pemerintah yang mendukung dan peningkatan kesadaran masyarakat, DPLK diharapkan mampu menarik lebih banyak peserta.
Selain itu, adanya inovasi dalam produk dan layanan DPLK juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi peserta. Dengan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, DPLK diharapkan mampu memberikan solusi yang lebih efektif dan fleksibel.
Kesimpulan
Prospek industri DPLK masih positif dengan pertumbuhan yang stabil. Meskipun ada tantangan, seperti tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah dan keterbatasan partisipasi dari segmen pekerja informal, peluang jangka panjang tetap terbuka.
Dengan stabilitas ekonomi yang lebih baik dan kebijakan yang mendukung, DPLK diharapkan mampu menjadi solusi yang lebih luas bagi masyarakat, baik dari segmen korporasi maupun individu.