23 April 2026
AA1SjsD4.jpg

Inovasi Digital untuk Memastikan Ketersediaan Energi Nasional

PT Pertamina (Persero) telah melakukan inovasi dalam pemanfaatan teknologi digital untuk memantau ketersediaan dan distribusi energi secara nasional. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah Pertamina Digital Hub, sebuah sistem yang bertujuan sebagai pusat kendali terintegrasi untuk memantau seluruh aktivitas digital perusahaan.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dalam mendukung operasional bisnis. Menurutnya, Pertamina Digital Hub dirancang untuk menggabungkan berbagai teknologi seperti analitik data, visualisasi, serta sistem pengawasan real-time.

“Kami menggunakan teknologi analitik dan visualisasi data untuk memantau proses penyediaan energi mulai dari hulu hingga hilir secara efektif dan real-time,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Salah satu manfaat utama dari Pertamina Digital Hub adalah kemampuannya untuk memantau pasokan BBM dan LPG secara langsung. Hal ini sangat terasa saat Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di mana perusahaan mampu memantau dan menganalisa data secara real-time untuk mengambil langkah antisipatif.

Di dalam ruangan terintegrasi tersebut, berbagai data penting dipantau, termasuk:

  • Pergerakan kapal yang mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM)
  • Penyaluran program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL) di seluruh Indonesia
  • Penyaluran bantuan ke wilayah bencana Sumatra
  • Pemantauan tren pemberitaan tentang Pertamina

Tiga Pilar Utama dalam Pengembangan Digital Hub

Vice President Digital Analytic Solution Pertamina Digital Hub, Tatit Sri Jayendra, menjelaskan bahwa Digital Hub dikembangkan berdasarkan tiga pilar utama yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan analitik digital Pertamina. Ketiga pilar tersebut adalah:

  1. Remote Surveillance and Command Center – Sistem pengawasan jarak jauh yang digunakan untuk mengamati dan mengendalikan berbagai aspek operasional perusahaan.
  2. Digital Factory – Proses produksi dan pengelolaan data yang terdigitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi.
  3. Orchestration Center – Pusat koordinasi yang mengintegrasikan berbagai sistem dan data untuk memastikan alur kerja yang optimal.

“Visi utama Digital Hub adalah mengintegrasikan seluruh rantai nilai bisnis Pertamina secara digital. Ketika data dan aplikasi yang mendukung pekerjaan kita terintegrasi, maka kita menciptakan lingkungan di mana data menjadi transparan, akuntabel, dan akurat,” kata Tatit.

Menurutnya, integrasi ini membantu menghilangkan keraguan dalam pengambilan keputusan. Hasilnya, manajemen dapat membuat keputusan yang cepat, tepat, dan akurat.

Peran Penting dalam Transformasi Digital

Pertamina Digital Hub menjadi bagian penting dalam transformasi digitalisasi PT Pertamina. Dengan adanya sistem ini, perusahaan dapat memastikan ketersediaan energi, termasuk BBM subsidi, di seluruh wilayah Indonesia. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *