26 April 2026
AA1RFMtM.jpg

Kunjungan Gubernur Jabar ke Wilayah Terdampak Bencana

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi melakukan perjalanan ke Sumatra Barat untuk meninjau para korban bencana alam yang terdampak di wilayah tersebut, serta daerah lain seperti Sumatera Utara dan Aceh. Perjalanan ini dilakukan pada hari Kamis (4/12/2025), dengan rencana penerbangan yang dimulai dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Dedi Mulyadi akan tiba di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat pada pukul 11.15 WIB. Rombongan gubernur akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi warga yang terkena dampak bencana. Sebelum menuju lokasi tujuan utama, rombongan akan mampir terlebih dahulu di Padang untuk membeli kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak.

“Kita akan langsung belanja di sana, hanya membawa uang saja. Nanti kita beli langsung di sana, lalu penerbangan Susi Air akan berangkat dari base camp di Padang,” jelas Dedi Mulyadi.

Pemilihan tempat pembelian kebutuhan ini didasarkan pada pertimbangan harga dan ketersediaan barang. Menurutnya, sebelumnya ada rencana untuk mengambil bantuan dari Aceh atau Sumatera Utara, namun karena keterbatasan stok dan harga yang lebih mahal, maka diputuskan untuk membeli di Sumatera Barat.

Bantuan yang disiapkan tidak sepenuhnya berasal dari dana pribadi gubernur, melainkan juga berasal dari sektor swasta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jabar. Hingga saat ini, total dana yang telah terkumpul mencapai Rp7 miliar.

“Uang ini berasal dari berbagai sumber, seperti KADIN, Apindo, Korpri, Baznas, BJB, dan juga dari saya sendiri,” tambahnya.

Proses pendistribusian bantuan dan pendataan warga Jabar yang terdampak bencana di wilayah Sumatera dapat memakan waktu hingga dua hari lebih. Hal ini tergantung pada situasi lapangan dan kesiapan sistem logistik.

“Tergantung situasinya. Jika harus menunggu, mobilitas terus dilakukan, bisa sampai 2-3 hari. Namun jika sistem sudah lancar dan barang tersedia, cukup dua hari saja,” jelas Dedi Mulyadi.

Proses Bantuan dan Persiapan

Bantuan yang akan diberikan kepada keluarga korban yang benar-benar membutuhkan, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, dirancang agar bisa langsung sampai ke tangan mereka tanpa terganggu oleh hambatan logistik.

Beberapa langkah telah dipersiapkan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efisien:

  • Pengadaan kebutuhan pokok dilakukan secara langsung di lokasi yang memiliki ketersediaan barang dan harga yang lebih terjangkau.
  • Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat, organisasi bisnis, dan instansi pemerintah.
  • Penyusunan data warga yang terdampak untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Selain itu, tim yang terlibat dalam proses ini juga akan memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan cepat dan efektif, sehingga masyarakat yang terkena dampak bencana dapat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Kepedulian dan Kolaborasi

Kepedulian gubernur terhadap warga yang terdampak bencana mencerminkan komitmen pemerintah provinsi untuk memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan BUMD, menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam penyaluran bantuan.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan bantuan dapat segera sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan, serta memberikan rasa aman dan kepercayaan bahwa pemerintah dan masyarakat bersama-sama berupaya untuk memperbaiki kondisi pasca-bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *