Indonesia akan terus memanfaatkan energi fosil dalam sistem listrik negara, termasuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Hal ini disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Iklim sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.
Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak akan melakukan phase out, atau penghentian bertahap, terhadap penggunaan sumber energi fosil seperti batubara dan gas alam. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dalam jangka waktu 15 tahun ke depan.
Hashim menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat dalam mendukung inisiatif dari Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva. Salah satu inisiatif tersebut adalah Tropical Forest Forever Fund (TFFF), yang bertujuan untuk merestorasi dan menjaga hutan-hutan tropis yang dalam kondisi kritis.
“Saya membawa pesan tindak lanjut dari komitmen pemerintah kita untuk mendukung inisiatif prakarsa dari Presiden Brazil. Saya ulangi lagi komitmen Presiden Prabowo, yaitu untuk ikut serta dalam dana US$ 1 miliar,” kata Hashim dalam acara penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 Kadin Indonesia, di The Park Hyatt Indonesia, Jakarta Pusat.
Meskipun berkomitmen pada TFFF, Hashim menekankan bahwa pemerintah tetap akan menggunakan energi fosil sebagai sumber utama energi listrik dan industri.
“Yang penting, ada ketegasan dari pemerintah kita bahwa tidak ada phase out dari fossil fuels kita. Pemakaian ekonomi Indonesia, terutama industri dan energi listrik, tetap akan memakai fossil fuels, seperti batu bara, gas alam, dan lain-lain,” tambahnya.
Namun, Hashim juga menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membangun pembangkit listrik yang berasal dari energi baru terbarukan.
“Tapi yang penting, komitmen pemerintah kita dalam 15 tahun ke depan, bahwa 76% dari daya listrik yang akan dibangun di Indonesia itu berasal dari energi baru dan terbarukan. Itu komitmen Indonesia,” katanya.
Hashim menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan phase out, melainkan phase down.
“Ini penting sekali, karena pemerintah kita ditekan-ditekan, dan saya pun juga ditekan untuk komitmen kita phase out fossil fuels, kita phase out batu bara, minyak, dan lainnya. Ini kita tolak, kita tetap komit, tapi namanya phase down,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam pernyataannya, Presiden Prabowo sempat menyatakan bahwa Indonesia akan mencapai 100 persen energi bersih dalam waktu 10 tahun ke depan, atau di tahun 2035.
“Di bidang transisi energi, kita berencana mencapai 100 persen energi terbarukan dalam 10 tahun ke depan,” kata Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo juga menjelaskan bahwa target awal penggunaan EBT penuh ditetapkan untuk tahun 2040. Namun, ia menyebut bahwa para ahli telah menyampaikan kemungkinan percepatan.
“Targetnya tentu saja tahun 2040, tetapi para ahli saya mengatakan bahwa kita dapat mencapainya jauh lebih cepat,” ujar dia.