22 April 2026
AA1QD4QV.jpg

Inovasi Teknologi Multistage Fracturing (MSF) sebagai Langkah Penting dalam Meningkatkan Produksi Energi Nasional

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan swasembada energi nasional. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah inisiasi Project Multistage Fracturing (MSF), teknologi mutakhir yang digunakan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi. Proyek ini tidak hanya mendukung peningkatan produksi, tetapi juga menjadikan Pertamina sebagai pionir dalam penerapan teknologi tersebut di Indonesia.

Teknologi MSF dirancang untuk meningkatkan produktivitas sumur dengan menciptakan beberapa rekahan di sepanjang sumur horizontal. Dengan demikian, cadangan minyak dan gas bumi dapat diekstraksi secara maksimal dari satu sumur horizontal, sehingga produksi dapat meningkat secara signifikan.

Kepala SKK Migas Mengapresiasi Capaian Pertamina

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Pertamina yang berhasil menjadi pionir dalam penerapan teknologi MSF di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata kemampuan nasional dalam menguasai teknologi hulu migas yang selama ini banyak digunakan oleh perusahaan internasional.

“Inovasi yang dilakukan Pertamina melalui teknologi Multistage Fracturing ini menjadi lompatan besar bagi industri hulu migas Indonesia. SKK Migas mendukung penuh langkah strategis peningkatan produksi untuk sekaligus memperkuat kemandirian teknologi dalam negeri,” ujar Djoko.

Direktur Utama Pertamina: Selaras dengan Mandat Pemerintah

Pada kunjungan kerjanya ke proyek MSF tanggal 12 November 2025 di Riau, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa langkah inisiatif ini selaras dengan mandat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Pertamina.

“Kami terus berkolaborasi dan mewujudkan amanat serta tugas yang diberikan guna meningkatkan produksi nasional demi mencapai swasembada energi,” ujar Simon.

Simon menekankan pentingnya skala-up operasi bisnis Pertamina agar dapat mencapai performa yang lebih baik, efisien, dan inovatif. Ia juga menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan.

Target Produksi yang Semakin Agresif

Simon berharap operasi di bisnis Pertamina bisa semakin di scale-up, sehingga diharapkan performa lebih baik, efisien, dengan inovasi lebih baik dan mengutamakan aspek keselamatan dalam melakukan pekerjaan.

“Target tersebut akan terus diusahakan oleh Pertamina, dimana perusahaan akan melakukan banyak inisiatif agar produksi terus tumbuh,” jelas Simon.

Ia juga menambahkan bahwa upaya agresif tersebut memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Simon mengajak semua pihak terus bergandengan tangan memberikan dedikasi terbaik agar dapat memenuhi harapan rakyat dan bangsa untuk mendorong kedaulatan energi juga ketahanan energi yang berujung pada swasembada energi bagi Indonesia.

Efisiensi Operasional dan Biaya yang Lebih Baik

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan bahwa proyek ini berhasil menurunkan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional pemboran dan komplesi sumur.

“Melanjutkan keberhasilan di tahun 2024, tahun ini PHR melanjutkan pengembangan sumur horizontal MSF menggunakan teknologi yang jauh lebih efisien: perforasi menggunakan eksplosif dan sistem one-run plug and perf setiap stage-nya menggunakan smart coiled tubing. Konfigurasi ini menjadi yang pertama di Indonesia, menandai terobosan signifikan dalam efisiensi waktu, logistik, dan biaya operasi MSF,” ujar Oki.

Oki menambahkan, project MSF ini diharapkan dapat direplikasi di seluruh Pertamina Group, tentunya dalam rangka mengejar tercapainya swasembada energi nasional. Ia juga memberikan apresiasi kepada para Perwira PHR atas kolaborasi lintas fungsi dan lintas perusahaan yang berhasil merealisasikan proyek ini secara optimal.

Pengembangan Sumur Horizontal MSF di Tahun 2025 dan 2026

Sebagai kelanjutan dari keberhasilan sumur MSF pertama di tahun 2024, implementasi MSF lanjutan dilakukan di sumur KB570, Lapangan Kotabatak, Zona Rokan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Sepanjang tahun 2025, PHR menargetkan beberapa sumur Horizontal Multistage Fracturing (HZ MSF) di Lapangan Kotabatak dan Balam South East. Pada tahun 2026, target ini akan terus meningkat dan meluas, meliputi Lapangan Kotabatak, Bangko, dan Balam South East.

Milestone pengembangan program HZ MSF diharapkan terus meningkat setiap tahun dengan cakupan lapangan yang lebih luas serta biaya pemboran yang semakin efisien.

Tujuan Jangka Panjang Pertamina

Pada tahun 2026, Pertamina menargetkan replikasi ke beberapa sumur MSF lain di berbagai wilayah operasi untuk memastikan sektor hulu migas tetap aman, efisien, dan produktif, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *