23 April 2026
AA1PZvec.jpg

Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru Indonesia Diumumkan di COP30

Pada Senin, 17 November 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru Indonesia. Peluncuran ini dilakukan dalam rangka Konferensi Perubahan Iklim atau COP30 di Belem, Brasil. Dokumen ini disebut sebagai hasil integrasi ekosistem pesisir dan laut dalam Nationally Determined Contribution ke-2 atau Second NDC Indonesia, yang merupakan komitmen negara dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Menurut Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, penyelarasan antara darat dan laut kini menjadi tulang punggung strategi iklim Indonesia. “Melalui penguatan ilmu pengetahuan, kebijakan strategis, dan kerja sama internasional, Indonesia ingin memastikan bahwa kontribusi karbon biru dapat terintegrasi secara utuh dalam sistem nilai ekonomi karbon dan pasar karbon nasional,” ujar Hanif melalui keterangan tertulis pada Selasa, 18 November 2025.

Integrasi Karbon Biru dalam Second NDC

Integrasi karbon biru dalam Second NDC, kata Hanif, menandakan langkah Indonesia untuk menempatkan mangrove, padang lamun, dan rawa asin pasang surut sebagai bagian strategis upaya pengurangan emisi. Penyelarasan ini sekaligus memperkuat kerangka Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sesuai Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa momentum peluncuran pada COP30 menjadi cara Pemerintah Indonesia menunjukkan peta karbon biru sebagai strategi iklim nasional. “Dengan ekosistem karbon biru yang termasuk terbesar di dunia, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memimpin melalui aksi nyata dan kolaborasi global,” katanya dalam keterangan resmi yang sama.

Manfaat Lebih Luas dari Peta Karbon Biru

Menurut Menteri Sakti, peta karbon biru tidak hanya relevan bagi sektor kelautan. Dia optimistis bahwa penyatuan pandangan terhadap tiga ekosistem karbon biru—mangrove, padang lamun, dan rawa asin—dalam satu sistem pesisir-laut akan membuka manfaat lebih luas. Tujuan utamanya adalah perlindungan keanekaragaman hayati, ketahanan pesisir, keamanan pangan biru, hingga penciptaan peluang ekonomi berkelanjutan.

Pendukung Teknis dan Pendanaan

Penyusunan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru Indonesia didukung secara teknis oleh Global Green Growth Institute (GGGI) serta pendanaan dari Pemerintah Kanada. Menurut Sakti, dokumen ini menjadi pedoman pelaksanaan karbon biru berintegritas tinggi di seluruh wilayah pesisir dan laut Indonesia.

Tujuan Utama dan Strategi Pengembangan

Tujuan utama dari peta jalan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ekosistem karbon biru dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, peta ini juga bertujuan untuk memfasilitasi koordinasi antar lembaga dan pihak terkait dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut.

Strategi pengembangan yang diterapkan mencakup beberapa aspek seperti:

  • Pengelolaan ekosistem karbon biru: Memastikan perlindungan dan restorasi mangrove, padang lamun, dan rawa asin.
  • Peningkatan kapasitas lokal: Melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan pengelolaan ekosistem karbon biru.
  • Pengembangan pasar karbon: Membangun sistem perdagangan karbon yang transparan dan berkelanjutan.
  • Kerja sama internasional: Meningkatkan kolaborasi dengan negara-negara lain dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Komentar dan Harapan

Harapan besar ditempatkan pada peta jalan ini, yang diharapkan bisa menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dan implementasi proyek-proyek yang berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. Dengan adanya panduan aksi yang jelas, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan ekosistem karbon biru di Indonesia.

Dengan demikian, peluncuran Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru Indonesia di COP30 menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *