22 April 2026
AA1QwhgV.jpg

Sejarah KRL Seri Jalita 8500 yang Membawa Kenangan bagi Pecinta Kereta Api

Puluhan tahun lalu, kereta-kereta hibah dari Jepang dikirim ke Indonesia dengan berbagai seri. Salah satunya adalah KRL seri Jalita 8500 yang pertama kali hadir pada tahun 2006 silam. KRL ini memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting dalam pengembangan transportasi rel di Jakarta.

KRL seri Jalita 8500 awalnya dimulai debutnya pada tahun 1975 di jalur Denentoshi Jepang dengan 10 rangkaian. Tahun 2006, KRL Jalita 8500 mulai dikirim ke Indonesia sebagai bagian dari program sebelumnya, yakni impor KRL seri 8000 dari Tokyu. Total 40 unit kereta ini tiba di Jakarta dengan delapan gerbong dan livery berwarna kuning-hijau selama periode tahun 2006 hingga 2009.

KRL seri Jalita 8500 menjadi kereta pertama yang dimiliki langsung oleh PT KCI setelah berpisah dari perusahaan induknya, yakni PT KAI pada tahun 2009. Livery atau desain kereta ini kemudian berubah dari kuning-hijau menjadi merah-abu-hitam-kuning dengan logo Commuter. Desain ini mudah dikenali karena bentuk kotak di bagian depannya.

“Tahun 2012, livery ini menghilang. Tahun 2024, bertepatan dengan menjelang 100 tahun KRL di Jabodetabek, IRPS bekerja sama dengan PT KAI Commuter mengembalikan livery awal ini selama satu tahun sampai purnatugas tahun ini,” ungkap Ketua Pelaksana Mini Museum KRL, Adam Fardl Al Fath, saat ditemui di lokasi museum.

IRPS atau Indonesian Railway Preservation Society adalah komunitas pencinta kereta api yang berfokus pada penyelamatan dan pelestarian aset perkeretaapian Indonesia. Tulisan “Jalita” terlihat di bagian depan rangkaian kereta ini, membuat seri 8500 menjadi satu-satunya KRL yang memiliki nama rangkaian.

KRL seri Jalita 8500 resmi mengakhiri masa bakti di Jepang pada awal 2023. Rangkaian unit kereta ini masih disimpan di Depo Nagatsuta bersama unit kereta lain yang dipreservasi. Dua tahun setelahnya, yakni November 2025, KRL seri Jalita 8500 juga turut berhenti beroperasi di Indonesia karena suku cadang dari Jepang yang tidak lagi tersedia.

Untuk mengenang KRL seri Jalita 8500, PT KAI Commuter menghadirkan Mini Museum KRL Jalita di Jalur 1 Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat selama 10-16 November 2025. Pengunjung diajak bernostalgia lewat delapan gerbong KRL legendaris berisi informasi detail seputar tiga rangkaian KRL asal Jepang yang purnatugas serta miniatur kereta api di Indonesia.

Kenangan di Hati Railfans

Pencinta kereta api atau railfans turut mengenang momen bersama KRL seri Jalita 8500, Tokyo Metro 7000, dan JR East 203. “Sebagai pengguna KRL, rasanya wah gimana ya, ikut menelusuri perjalanan kereta yang ternyata sudah panjang di Indonesia. Dekat di hati, tapi sedih gitu,” kata Farah (38), pengunjung Mini Museum KRL Jalita asal Menteng, Jakarta Pusat.

Di tengah kesibukannya, ia menyempatkan diri menyambangi Mini Museum KRL Jalita di Stasiun Jakarta Kota, usai mendapat informasi dari media sosial. Farah tidak ingin kelewatan secuil jejak historis dari delapan gerbong KRL, termasuk pemutaran video di gerbong akhir.

“Cuma memang suasana (di dalam museum KRL) agak numpuk, jadi kurang menikmati. Seharusnya bisa baca pelan-pelan, ikuti alur cerita, tapi karena kondisinya demikian, maklum saja,” ungkap dia.

Cleva (17), railfans asal Bekasi, bahkan menyempatkan diri mendesain Jalita 8500 untuk difoto bersama rangkaian aslinya. Ia mengaku senang saat pembukaan Mini Museum KRL Jalita diperpanjang hingga 16 November 2025, yang semula rencananya berakhir pada 14 November 2025.

“Satu gerbong yang paling berkesan itu saya lupa di gerbong berapa, tapi dekorasi mirip seperti di Jepang, saya seperti diajak merasakan suasana di Jepang, asal negara kereta ini,” ujar Cleva.

Farah dan Cleva hanya dua dari ribuan pencinta kereta api yang menyempatkan datang ke mini museum ini. Selain mereka, banyak pengunjung dari berbagai usia turut meramaikan Mini Museum KRL Jalita jelang hari terakhirnya.

Suasana haru tak terelakkan. Sebab bagi banyak orang, rangkaian KRL ini bukan sekedar penghubung jarak kota, melainkan bagian dari cerita hidup yang pernah mereka lalui.

Sayonara KRL Jalita 8500, Tokyo Metro 7000, dan JR East 203.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *