Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Doa yang Selalu Dipanjatkan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa ia selalu membaca doa lifting sebelum tidur malam. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa target lifting Indonesia dapat tercapai sesuai dengan yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bahlil menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI, seperti yang dikutip pada Kamis (13/11). Menurutnya, doa yang dipanjatkannya adalah bentuk dari keyakinan bahwa semua upaya yang dilakukan akan berbuah hasil.
Target Lifting sebagai KPI Menteri ESDM
Bahlil menjelaskan bahwa lifting dalam APBN merupakan standar capaian yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebagai pembantu presiden, ia menjadikan lifting sebagai KPI atau indikator kinerja utama dalam jabatannya sebagai Menteri ESDM.
“Karena bagi saya, KPI yang dipegang oleh Bapak Presiden adalah apa yang ditargetkan dalam UU APBN,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai menteri, tugas utamanya adalah bekerja sesuai dengan perintah presiden, bukan hanya berdasarkan pikiran orang lain. “Jika pikiran orang lain bagus, kita rangkul. Tapi jika tidak bagus, ya sorry ye,” tambahnya.
Tantangan Mencapai Target Lifting Minyak
Bahlil mengakui bahwa mencapai target lifting minyak bukanlah hal mudah. Ia menyoroti bahwa sejak 2008, target lifting minyak Indonesia belum pernah tercapai sesuai dengan yang tercantum dalam APBN.
“Pada tahun 2024, target APBN kita mencapai 605.000 barel per hari. Namun, realisasi kita hanya sekitar 580.000 barel per hari,” jelasnya.
Meskipun demikian, Bahlil menyatakan bahwa berkat doa yang dipanjatkannya serta dukungan dari Komisi XII dan para stakeholder, target APBN telah berhasil tercapai pada masa kepemimpinannya sebagai Menteri ESDM.
“Sekarang alhamdulillah, karena dukungan dari bapak ibu semua pimpinan Komisi XII dan stakeholder, kita sudah mencapai 605.000 hingga 606.000 barel per hari,” ujarnya.
Pencapaian yang Menjadi Kebanggaan
Meski kenaikan yang dicapai tidak signifikan, Bahlil tetap merasa bangga karena target APBN telah tercapai. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti kerja keras dan komitmen pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak nasional.
“Tidak peduli seberapa kecil peningkatannya, yang penting kita sudah sampai pada target APBN,” tegasnya.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, Bahlil yakin bahwa langkah-langkah yang diambil akan terus memberikan dampak positif bagi sektor energi Indonesia.