27 April 2026
lele+bakar.jpg

Suasana Seminar Wawasan Kebangsaan di Bulukumba

Pada hari Kamis, 6 November 2025, suasana di Room Bira, Gedung Pinisi Bulukumba terasa hangat dan penuh antusiasme. Kursi-kursi tersusun rapi, para pelajar berdatangan dengan seragam sekolah masing-masing. Sebagian dari mereka membawa buku catatan, sementara sebagian lainnya sedang berbincang ringan. Di atas panggung, spanduk bertuliskan “Pentingnya Wawasan Kebangsaan demi Terbentuknya Generasi Emas di Masa Mendatang” terbentang gagah — seolah menjadi pengingat bahwa cinta tanah air bukan sekadar slogan, tapi fondasi masa depan bangsa.

Acara yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bulukumba dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Bulukumba, Muh. Ali Saleng, SH., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesadaran diri sebagai warga negara di tengah derasnya arus globalisasi. Ia menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila.

Ali Saleng juga menyoroti fenomena umum di masyarakat bahkan di kalangan pelajar yang mulai kurang peduli terhadap paham nasionalisme. Menurutnya, perkembangan zaman yang cenderung individualistis sering kali membuat nilai kebangsaan terkikis perlahan. Ia menambahkan bahwa masih banyak siswa yang kurang memperhatikan pentingnya menjaga dan mengembangkan wawasan kebangsaan.

Menghadapi Tantangan Globalisasi

Ali Saleng juga menyinggung soal dampak globalisasi terhadap kehidupan berbangsa. Ia mengingatkan bahwa keterbukaan dunia jangan sampai membuat masyarakat kehilangan jati diri. Ia menekankan bahwa globalisasi tidak dapat dihindari, namun nilai-nilai kebebasan dan kesetaraan jangan diterapkan tanpa dilandasi oleh budaya bangsa.

Ia mengajak seluruh masyarakat Bulukumba agar menyikapi perubahan zaman secara arif dan bijaksana, menjaga semangat kebangsaan agar tidak mudah dipecah oleh isu yang menyesatkan. Bagi Ali Saleng, Wawasan Kebangsaan bukan hanya teori, melainkan kompas moral yang menuntun bangsa menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Peran Bakesbangpol dalam Pembinaan Generasi Muda

Kegiatan ini diprakarsai langsung oleh Kepala Bakesbangpol Bulukumba, Akhmad Arfan, SH., M.Si, yang juga menjadi penanggung jawab pelaksana. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama seminar adalah meningkatkan pengetahuan peserta terhadap nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, agar bisa diterapkan dan ditularkan kepada masyarakat sekitar.

“Kami ingin peserta tidak hanya memahami, tapi juga mampu meneruskan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Arfan. Peserta seminar berasal dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Bulukumba, menjadikan forum ini sebagai ruang belajar lintas generasi — antara aparat pemerintahan, pelajar, dan masyarakat.

Materi dari TNI dan Polri

Seminar Wawasan Kebangsaan menghadirkan dua narasumber utama dari unsur TNI dan Polri, yakni:

  • Kapten Inf Ramodding, Pasintel Kodim 1411 Bulukumba, dan
  • AKP Asbudi Tonis, S.Sos., M.H, Kasat Binmas Polres Bulukumba.

Keduanya menyoroti implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai pendukung tumbuh kembangnya Wawasan Kebangsaan. Dalam pemaparannya, mereka mengingatkan generasi muda untuk tidak hanya hafal sila-sila Pancasila, tetapi juga menghidupinya dalam tindakan sehari-hari.

“Pancasila adalah napas kehidupan berbangsa. Jika generasi muda menjadikannya pedoman, bangsa ini tak akan kehilangan arah,” ujar Kapten Ramodding.

Menanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini

Seminar yang juga dihadiri oleh Wakapolres Bulukumba, Sekretaris Bakesbangpol, Kabid Kesbang, Kabid Poldagri & Ormas, serta para staf Kesbangpol ini berjalan interaktif dan penuh semangat. Para peserta terlihat antusias, terutama saat sesi diskusi terbuka membahas peran pelajar dalam menjaga nilai kebangsaan di era digital.

Ali Saleng berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi gerakan bersama membangun kesadaran kebangsaan, tidak hanya di kalangan pelajar, tetapi juga masyarakat luas. “Generasi emas bukan hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat secara ideologi dan moral,” tutupnya dengan penuh optimisme.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *