Pengukuhan Enam Guru Besar di Universitas Pendidikan Indonesia
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) baru saja mengukuhkan enam orang Guru Besar melalui upacara akademik yang digelar di Gedung Balai Pertemuan Umum Kampus Bumi Siliwangi UPI, Jalan Setiabudi Bandung, pada Selasa, 4 November 2025. Acara ini menjadi momen penting bagi UPI dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu, keteladanan, dan pengabdian untuk kemajuan bangsa.
Rektor UPI, Prof Dr H Didi Sukyadi MA, menekankan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan hanya pencapaian akademis, tetapi juga amanah moral dan intelektual. Ia menjelaskan bahwa menjadi Guru Besar berarti siap menjadi lentera keilmuan yang menerangi jalan ketika dunia dilanda kabut kebingungan. Gelar ini tidak hanya sekadar status, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan etika ilmu.
Prof. Didi menyampaikan dua tanggung jawab utama yang diemban oleh para Guru Besar, yaitu tanggung jawab intelektual dan moral. Menurutnya, Guru Besar wajib terus melakukan penelitian, menulis, serta membimbing dosen muda dan mahasiswa dengan integritas dan kebijaksanaan.
Daftar Nama dan Bidang Kepakaran Guru Besar yang Dikukuhkan
Berikut adalah daftar enam Guru Besar yang dikukuhkan:
- Prof. Dr. Erlina Wiyanarti, M.Pd. – Model Perencanaan Pembelajaran Sejarah (Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial)
- Prof. Dr. Juhanaini, M.Ed. – Pembelajaran bagi Anak dengan Hambatan Belajar Spesifik (Fakultas Ilmu Pendidikan)
- Prof. Dr. Diding Nurdin, S.Ag., M.Pd. – Kepemimpinan Pendidikan (Fakultas Ilmu Pendidikan)
- Prof. Dr. Ernawulan Syaodih, M.Pd. – Bimbingan Perkembangan Anak Usia Dini (Fakultas Ilmu Pendidikan)
- Prof. Dr. Mulyana, S.Pd., M.Pd. – Ilmu Karakter dan Nilai Pencak Silat (Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan)
- Prof. Dr. Mamat Supriatna, M.Pd. – Bimbingan dan Konseling Karier (Sekolah Pascasarjana)
Makna Keilmuan dan Pengabdian
Dalam pidatonya, Rektor UPI menutup dengan refleksi mendalam tentang makna keilmuan dan pengabdian. Ia menyatakan bahwa Guru Besar sejati tidak hanya diukur dari seberapa banyak karya yang ditulis, melainkan dari seberapa banyak kehidupan yang tercerahkan oleh ilmu dan keteladanannya.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta undangan dari berbagai institusi pendidikan. Dengan pengukuhan ini, UPI kembali meneguhkan posisinya sebagai universitas pelopor dalam melahirkan pemikir, inovator, dan pendidik berkarakter untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Peran Guru Besar dalam Pendidikan Nasional
Guru Besar memiliki peran strategis dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik. Mereka tidak hanya menjadi penguasa ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam berpikir, bertindak, dan berkontribusi bagi masyarakat. Melalui karya-karya mereka, mereka memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
Dalam konteks pendidikan, Guru Besar juga menjadi mentor bagi dosen muda dan mahasiswa. Mereka membimbing generasi penerus dengan semangat kejujuran, keadilan, dan kesadaran akan tanggung jawab sosial. Hal ini menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan berkelanjutan.
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Meski telah mencapai prestasi yang luar biasa, Guru Besar juga menghadapi tantangan besar dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan global. Mereka harus terus beradaptasi, mengintegrasikan inovasi dalam pendidikan, dan memastikan bahwa ilmu yang mereka kembangkan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Harapan besar ditempatkan pada para Guru Besar untuk terus berkontribusi dalam membangun pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi masa depan. Dengan komitmen dan dedikasi mereka, UPI akan terus menjadi poros utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.