22 April 2026
maxresdefault.jpg

Kepedulian Pemerintah Terhadap Pendidikan di Wilayah 3T

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Mendikdasmen di Tual dan Maluku Tenggara untuk memberikan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan serta meninjau pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.

“Kunjungan ini membuktikan bahwa pemerintah, khususnya Bapak Presiden, memberikan perhatian besar terhadap peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada Kamis 23 Oktober 2025. Ia menekankan bahwa kehadirannya di wilayah 3T menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan pendidikan bermutu dapat diwujudkan di seluruh pelosok negeri tanpa terkecuali.

“Tidak boleh karena alasan geografis atau tempat tinggal yang jauh, anak-anak kita kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mu’ti menyempatkan diri meninjau beberapa sekolah seperti SMPN 14 Kei Kecil, SMA Sanata Karya Langgur, dan SMA Muhammadiyah Tual yang menerima bantuan revitalisasi sarana dan prasarana satuan pendidikan serta perangkat digitalisasi pembelajaran yakni Interactive Flat Panel (IFP).

“Program revitalisasi dan bantuan IFP ini merupakan program unggulan Bapak Presiden yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Menteri Mu’ti.

Pengalaman Sekolah-Sekolah yang Dikunjungi

Kepala SMA Sanata Karya Langgur, Fransiska Jaftoran, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan tersebut. “Kami merasa bersyukur kepada Tuhan karena ini adalah sebuah anugerah untuk sekolah kami yang sudah berusia 69 tahun. Untuk pertama kalinya kami dikunjungi oleh seorang menteri,” ujar Fransiska dengan penuh haru.

Menurutnya, kunjungan Mendikdasmen tidak hanya membawa semangat baru bagi para guru dan siswa, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. “Bapak Menteri merasa senang dan ingin tahu bagaimana perkembangan sekolah kami,” tutur Fransiska.

Fransiska juga mengatakan bahwa program digitalisasi pembelajaran dengan pemberian Papan Interaktif telah memberikan manfaat besar bagi guru dan siswa. “Manfaatnya sangat banyak karena pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien, dan menyenangkan. Siswa juga menjadi lebih semangat untuk belajar,” jelasnya. “Bukan hanya Matematika, tetapi juga pelajaran lain bisa lebih menarik jika guru mau menggunakan papan tersebut,” tambah Fransiska.

Respons dari SMA Muhammadiyah Tual

Selain itu, Kepala SMA Muhammadiyah Tual, Asrori, mengungkapkan rasa bangganya atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh Mendikdasmen. “Sangat luar biasa, karena Pak Menteri dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa saat memasuki lingkungan SMA Muhammadiyah Tual, beliau merasakan aura positif dan suasana yang cukup nyaman,” ujar Ansori.

Ansori menegaskan bahwa kunjungan Mendikdasmen tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga dorongan bagi seluruh pendidik di sekolahnya untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang positif, nyaman, dan inspiratif bagi peserta didik. “Walaupun hanya sebuah pernyataan, hal itu sudah membuat kami semua, warga SMA Muhammadiyah Tual, merasa sangat senang dan bangga atas apresiasi tersebut,” tambahnya.

Bantuan untuk Sekolah-Sekolah

Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga memberikan bantuan dari Kementerian untuk beberapa sekolah guna meningkatkan mutu pembelajaran dan operasional sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam memperkuat sistem pendidikan di wilayah 3T, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *