27 April 2026
AA1Px5XI.jpg

Korban Meninggal Akibat Banjir di Semarang Bertambah

Korban meninggal akibat banjir yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali bertambah. Seorang bocah perempuan bernama Rahma Aurel (9) yang sebelumnya dilaporkan hanyut di saluran air kawasan Argomulyo Mukti Asri, Kecamatan Pedurungan, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (30/10) malam.

Dengan penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Kota Semarang meningkat menjadi empat orang. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya adalah anak-anak.

Penemuan Jasad Rahma Aurel

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, mengungkapkan bahwa jasad Rahma ditemukan di kawasan taman depan Masjid Al Mubarok, Jalan Lintang Trenggono. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian sekitar pukul 22.00 WIB.

“Menjelang malam, operasi SAR sempat kami tutup untuk dilanjutkan esok hari. Namun kami mendapat laporan penemuan jenazah anak kecil di area taman depan masjid. Setelah dicek, ternyata benar, korban adalah Rahma Aurel yang dua hari ini kami cari,” ujar Budiono, Jumat (31/10).

Peristiwa yang menimpa Rahma sempat terekam kamera CCTV di lingkungan sekitar. Dalam rekaman terlihat korban berjalan menuju saluran air yang sedang diperbaiki. Karena kondisi banjir, lubang saluran tidak tampak jelas. Beberapa detik kemudian, korban terpeleset dan tercebur ke aliran air deras.

Ibunya yang berjalan di belakang langsung berteriak minta tolong dan berusaha menolong anaknya dengan ikut masuk ke selokan. Warga sekitar yang mendengar teriakan segera datang membantu dan berhasil menyelamatkan sang ibu, tetapi anaknya masih belum ditemukan.

Imbauan dari Basarnas

Budiono mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan lokal di Semarang masih tinggi. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap siaga dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar saluran air,” katanya.

Korban Sebelumnya

Sebelumnya, dua warga Kota Semarang, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam saat banjir yang melanda wilayah tersebut, Sabtu (25/10). Korban pertama diketahui bernama Eko Rusianto (43), warga Panggung Kidul, Semarang Utara. Saat kejadian, korban tak bisa berenang itu bekerja membersihkan sampah di kolam retensi Trimulyo dengan menggunakan ban dalam mobil sebagai alat bantu keamanan, tetapi tanpa mengenakan rompi pelampung.

Korban lainnya bernama Faisal Azam Saputra (9) tenggelam saat bermain di sekitar aliran air yang meluap akibat banjir di kawasan Jembatan Pertigaan Masjid Gebangsari, Kecamatan Genuk.

Tiga hari berselang, dua anak dilaporkan hanyut terseret arus banjir di Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan. Korban pertama, Achmad Riefqie Arzan (7), hanyut sekitar pukul 11.00 WIB di depan sekolahnya di RT 1 RW 4, Kelurahan Tlogomulyo. Sementara itu, korban kedua, Rahma Aurel (9), terseret arus di lokasi berbeda, tepatnya di RT 9 RW 10, satu kelurahan yang juga ditemukan meninggal dunia pada Kamis (30/10) malam tadi.

Wilayah Terdampak Banjir

Untuk diketahui, wilayah yang terdampak banjir tersebar di 16 kelurahan dari empat kecamatan, yaitu Gayamsari, Genuk, Semarang Timur, dan Pedurungan. Jumlah kepala keluarga mencapai 22.653 KK atau 47.646 jiwa terdampak dan tiga korban meninggal dunia.

Sebanyak 37 warga mengungsi, terdiri atas 13 orang dewasa dan dua anak-anak di Universitas Semarang, serta 22 jiwa di Balai Kelurahan Muktiharjo Kidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *