21 April 2026
AND01574-scaled.jpg

Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Bertahap di Kabupaten Tanahlaut

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkembang di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan. Meski masih berjalan bertahap, program ini telah menjangkau sejumlah lembaga pendidikan di Kota Pelaihari. Dari data yang dikumpulkan pada Jumat (31/10/2025), setidaknya ada sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang telah beroperasi.

Salah satu contohnya adalah Dapur MBG Polres Tala yang berada di Jalan Rahayu, Kelurahan Angsau. Dapur ini dikelola oleh Yayasan Kemala (Bhayangkari) Polres Tala dan telah beroperasi sejak 29 September lalu.

Menurut Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan, yang didampingi Kasat Intelkam Iptu Mukim Permana, saat ini Dapur MBG tersebut melayani sebanyak 3.184 penerima manfaat dari 17 lembaga pendidikan di Kota Pelaihari. Lembaga-lembaga tersebut meliputi 4 TK, 7 SD, 1 SMP, 2 SMA, serta 3 pondok pesantren.

Dalam waktu dekat, Dapur MBG akan memperluas jangkauannya hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu 3.500 penerima manfaat. Untuk mencapai target tersebut, pihak pengelola sedang berupaya keras agar semua kebutuhan dapat terpenuhi secara merata.

Pengawasan Ketat untuk Memastikan Kualitas Makanan

Pengawasan dan pemeriksaan bahan makanan menjadi fokus utama dalam menjalankan program ini. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa makanan yang disajikan benar-benar bergizi seimbang dan higienis.

Ricky mengungkapkan bahwa saat ini sering kali ditemukan masalah seperti adanya ulat pada sayuran atau bahkan keracunan makanan. Oleh karena itu, pihaknya bersama Bhayangkari sangat konsen terhadap hal tersebut.

“Kami melakukan pemeriksaan menu-menu yang ada, serta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan kualitas makanan,” ujar Ricky.

Para relawan SPPG juga telah mendapatkan pelatihan khusus. Selain itu, ada pemeriksaan tambahan dari Dokpol, Tim Polda, dan Badan Halal. Proses pengurusan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) juga sedang berlangsung.

Bahan Baku yang Terjamin Kualitasnya

Bahan baku makanan yang digunakan juga sangat diperhatikan. Semua bahan baku dipasok dari pihak-pihak yang telah teruji memiliki kapasitas memadai, baik dalam hal ketersediaan maupun kebersihan dan kehigienisannya.

Ricky menambahkan bahwa saat ini Dapur MBG tidak menggunakan kacang panjang. Hal ini dilakukan karena beberapa kali ditemukan keluhan dari penerima manfaat terkait adanya ulat pada sayuran berbahan kacang panjang.

Untuk keperluan sayuran, pihak pengelola lebih memilih bahan-bahan lain yang juga memiliki unsur vitamin tinggi seperti wortel dan kubis.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *