22 April 2026
2024-10-21-spi-survei-penilaian-integritas-kpk.jpg

Kesadaran Generasi Z terhadap Dampak Perubahan Iklim

Survei yang dilakukan oleh Climate Rangers terhadap 382 responden dari Generasi Z menunjukkan bahwa generasi muda semakin menyadari dampak perubahan iklim. Meski demikian, sebagian besar masih melihat krisis iklim hanya sebatas cuaca ekstrem.

Menurut Febriani Nainggolan, Campaign & Communication Staff Climate Rangers, dampak krisis iklim sangat kompleks dan mencakup berbagai aspek seperti kesehatan fisik dan mental, ketahanan pangan, hingga kerusakan infrastruktur akibat bencana alam seperti banjir dan rob. Hasil survei ini menunjukkan bahwa Gen Z menyadari bahwa apa yang mereka alami saat ini adalah dampak dari perubahan iklim.

Namun, sebagian besar responden (95,5 persen) masih memandang krisis iklim sebagai cuaca ekstrem. Padahal, anak-anak yang lahir pada 2020 akan mengalami dampak krisis iklim yang jauh lebih parah dibandingkan generasi kakeknya. Mereka akan menghadapi gelombang panas tujuh kali lebih banyak, kekeringan tiga kali lebih sering, dan banjir besar dua kali lebih intens.

Selain itu, survei juga menemukan bahwa 62,4 persen responden merasa bahwa partisipasi generasi muda dalam isu lingkungan oleh pemerintah masih bersifat tokenisme atau sekadar formalitas tanpa makna.

Isu Lingkungan yang Menarik Perhatian Masyarakat

Dian Irawati, salah satu pendiri lembaga riset Kawula17, menjelaskan hasil riset yang dilakukan terhadap 404 responden menunjukkan dua isu utama yang disoroti oleh masyarakat, yaitu inefisiensi pengelolaan sampah (33 persen) dan kerusakan lingkungan akibat tambang (32 persen).

Dia menambahkan bahwa meningkatnya perhatian terhadap isu-isu ini didorong oleh maraknya publikasi terkait hal-hal yang merusak alam Indonesia. Contohnya, kasus di Raja Ampat yang memicu kampanye #SaveRajaAmpat, serta isu perampasan hutan adat (26 persen). Tren ini menunjukkan bahwa kesadaran publik semakin kuat terhadap pentingnya perlindungan ekosistem dan keadilan lingkungan di Indonesia.

Peningkatan Aktivisme Generasi Muda

Survei terpisah yang dilakukan oleh Kawula17 terhadap 1.342 responden muda menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat aktivisme. Sebanyak 42 persen responden tergolong peserta atau participant, sementara 35 persen adalah aktivis atau activist.

Artinya, semakin banyak anak muda yang tertarik dan terlibat dalam isu lingkungan, HAM, gender, dan antikorupsi. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya menyadari masalah lingkungan, tetapi juga aktif dalam mencari solusi untuk menghadapi tantangan tersebut.

Peran Generasi Muda dalam Membangun Masa Depan

Dari berbagai survei yang dilakukan, terlihat bahwa generasi muda memiliki kesadaran yang cukup tinggi terhadap isu lingkungan. Namun, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti kurangnya partisipasi nyata dari pemerintah dan masyarakat luas.

Generasi Z memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim. Dengan kesadaran yang meningkat dan semangat untuk berpartisipasi, mereka dapat menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *