26 April 2026
451e2460-f3dd-11ef-9e61-71ee71f26eb1.jpg.webp

Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Menyerang 115 Siswa di Desa Cibodas

Beberapa siswa di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 115 siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan kewaspadaan dari pihak berwenang.

Awal Kejadian dan Penyebaran Kasus

Menurut Kepala Desa Cibodas, Dindin Sukaya, kasus keracunan MBG mulai terdeteksi pada hari Selasa (28/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Awalnya hanya tujuh siswa yang datang ke Puskesmas Cibodas, namun jumlah tersebut terus meningkat hingga malam hari. Dindin menyatakan bahwa dirinya tetap berada di lokasi untuk memantau situasi.

“Datang itu jam 2 siang, terus jam 4 sore makin ramai, malam bertambah lagi,” ujarnya.

Siswa-siswa yang terkena dampak keracunan berasal dari berbagai tingkatan sekolah, termasuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mayoritas korban berasal dari SD 4 Cibodas, sementara siswa lainnya berasal dari SMK PNC dan SMP Negeri 4 Lembang.

Penanganan Medis dan Fasilitas Kesehatan

Pemerintah Desa Cibodas telah menyiapkan GOR sebagai posko utama untuk menangani lonjakan pasien. Bantuan juga diberikan oleh Pusdikajen, Sespim, serta warga setempat. Saat ini, para korban yang memerlukan perawatan lebih lanjut dibawa ke RSUD Lembang.

Direktur Utama RSUD Lembang, Muhammad Hidayat, menjelaskan bahwa hingga pagi Rabu (29/10/2025), sebanyak 19 pasien masih menjalani perawatan akibat keracunan MBG. Dari jumlah tersebut, 18 di antaranya adalah siswa, sedangkan satu orang lainnya adalah orang tua.

“Hampir semuanya mengalami perbaikan yang tadi malam gangguan pencernaan sesak sekarang sudah berkurang dan menunggu visit dokter dan mudah-mudahan hari ini diperbolehkan pulang,” tambahnya.

Gejala dan Perkembangan Pasien

Pasien korban MBG mengalami gejala seperti sakit perut, mual, sesak napas, dan muntah-muntah. Gejala ini muncul setelah mereka mengonsumsi MBG di sekolah. Para pasien mulai datang ke RSUD Lembang sejak sore menjelang malam.

“Hasil wawancara setelah makan dari makanan di sekolah jam 10 jam 11 mulai agak siang ke sore mulai ada bergejala. Mulai magrib mulai berdatangan (ke RSUD Lembang), pertama kita menyiapkan 6 bed tapi kunjungan datang terus sampai malam kita siapkan sampai 24 bed,” jelas Muhammad Hidayat.

RSUD Lembang telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi lonjakan pasien. Selain petugas medis, fasilitas pendukung seperti tabung oksigen dan obat-obatan telah disiapkan. Persiapan ini dilakukan dengan melibatkan SDM dan mobilisasi unit lain untuk back up jika terjadi lonjakan besar.

Tindakan Pemerintah dan Warga

Pemerintah Desa Cibodas bersama warga setempat terus berupaya untuk menangani situasi ini. Mereka menyediakan tempat yang layak untuk pengungsian sementara dan memastikan semua korban mendapatkan perawatan yang memadai. Dindin Sukaya menyatakan bahwa dirinya tetap berada di lokasi untuk memantau perkembangan situasi.

Keracunan MBG yang terjadi di Desa Cibodas menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk lebih waspada dalam menyediakan makanan bergizi gratis. Kepala Desa Cibodas menegaskan bahwa hingga malam tadi sekitar jam 10, ada 115 siswa yang diduga mengalami keracunan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *