21 April 2026
AA1PcMQj.jpg



JAKARTA – Aktris ternama Luna Maya kembali memerankan karakter legendaris Suzzanna dalam film terbaru berjudul Santet Dosa di Atas Dosa. Ini merupakan kali ketiga ia mengambil peran sebagai sosok ikonik tersebut. Sebelumnya, Luna telah memainkan Suzzanna dalam dua film sebelumnya, yaitu Suzzanna: Bernapas dalam Kubur dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon.

Film yang diangkat dari kisah nyata ini resmi merilis teaser trailer secara eksklusif dalam acara Indonesia Comic-Con 2025. Selain itu, Luna juga berbagi pengalaman menarik saat menjalani proses syuting film arahan Azhar Kinoi Lubis ini.

Nyaris Tenggelam Saat Syuting

Salah satu momen paling menegangkan terjadi saat Luna menjalani adegan syuting di sebuah sungai di Pangandaran, Jawa Barat. Ia hampir tenggelam akibat terseret oleh pusaran air yang kuat.

“Kami sedang syuting, tiba-tiba aku kena arus ke bawah. Aku ingat kata-kata instruktur, jangan panik dan jangan mencoba naik. Ikuti aliran saja,” ujarnya.

Tim kru sempat khawatir dan bersiap masuk ke air untuk menyelamatkan Luna. Namun, setelah hampir 30 detik tenggelam di bawah permukaan, akhirnya ia berhasil keluar dengan selamat.

“Momen itu adalah salah satu yang paling mengerikan dalam hidupku,” tambah Luna sambil tertawa ringan.

Mengubah Persepsi Publik

Luna Maya ingin mengubah persepsi publik tentang remake film Suzzanna. Menurutnya, film-film ini bukanlah kompetisi untuk meniru sosok Suzzanna.

“Ini bukan lomba mirip-miripan atau harus sama seperti dulu. Bagaimana pun juga, saya bukan Suzzanna,” ujarnya.

Ia berharap publik tidak lagi membandingkan penampilannya dengan sosok asli Suzzanna. Remake film ini bertujuan untuk melanjutkan warisan yang telah ditinggalkan oleh Suzzanna bagi generasi muda.

Tidak Akan Jadi Sundel Bolong

Luna juga memastikan bahwa dirinya tidak akan menjadi sundel bolong dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Padahal, dalam dua film sebelumnya, ia sering disulap menjadi sosok mistis tersebut.

“Di film ini, Suzzanna tidak akan jadi sundel bolong. Dia tidak akan jadi setan karena premis cerita kali ini adalah santet ratu ilmu hitam. Di sini, Suzzanna tetap menjadi manusia,” jelas Luna.

Fokus utama dalam film ini bukanlah menakuti penonton dengan penampakan setan, tetapi lebih pada konflik ilmu hitam yang dihadapi tokoh-tokoh dalam cerita. Atmosfer ketegangan akan dibangun melalui interaksi dan persaingan antar tokoh.

Penutup

Dengan kembalinya Luna Maya sebagai Suzzanna, film Santet Dosa di Atas Dosa diharapkan bisa membawa nuansa baru dalam dunia perfilman Indonesia. Film ini tidak hanya sekadar mengangkat kisah legenda, tetapi juga memberikan pesan penting tentang warisan budaya dan nilai-nilai yang relevan dengan masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *