Perubahan dalam Mentalitas dan Performa Madrid
Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, menunjukkan keyakinan bahwa semangat untuk menang dan optimisme yang sempat hilang pada musim lalu kini telah kembali dalam skuad Los Blancos. Dalam pertandingan Liga Champions melawan Juventus, Bellingham mencetak satu-satunya gol yang memastikan kemenangan Madrid. Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Madrid di kompetisi tersebut menjadi tiga pertandingan beruntun.
Selain itu, tim asuhan Xabi Alonso juga menduduki puncak klasemen La Liga 2025/2026 sementara. Hal ini memberi harapan bahwa Madrid bisa menghapus kenangan musim lalu yang tidak menyenangkan, di mana mereka harus berakhir tanpa trofi.
Bellingham menjelaskan perbedaan antara tahun lalu dan tahun pertama (musim 2023/2024) adalah adanya optimisme yang kembali hadir dalam skuad. Bahkan ketika Madrid tidak bermain dengan baik, mereka mampu menemukan cara untuk menang. Sebaliknya, di musim lalu, jika Madrid bermain buruk, mereka justru dihukum dengan kekalahan. Pada pertandingan melawan Juventus, Madrid membiarkan beberapa peluang, tetapi yang terpenting adalah mereka berhasil menjaga clean sheet dan hanya butuh satu gol untuk menang.
“Tentu saja, kami ingin bermain lebih baik dan mencetak lebih banyak gol. Tapi kami harus menjadikannya sebagai titik awal untuk kembali meraih gelar,” tambah Bellingham.
Perubahan Struktur Tim dan Peran Pemain Muda
Salah satu kritik yang sering dialamatkan kepada Madrid selama 12 bulan terakhir adalah kurangnya pola pikir yang tepat untuk meraih kesuksesan seperti sebelumnya. Beberapa kritikus menganggap kepergian para pemain senior dan pemimpin sebagai salah satu faktor penyebabnya.
Sejak akhir musim 2023/2024, Toni Kroos, Luka Modric, Lucas Vazquez, Nacho, dan Joselu semua telah meninggalkan Santiago Bernabeu. Hal ini secara tiba-tiba membuat tanggung jawab pemimpinan jatuh pada pemain-pemain yang jauh lebih muda.
Bellingham merupakan bagian dari kelompok pemimpin tersebut meskipun usianya masih muda. Ia juga bertanggung jawab atas penurunan performa Los Blancos saat asuhan Carlo Ancelotti musim lalu sebelum era Alonso saat ini.
“Ikut serta dalam kegagalan Madrid meraih trofi, terkait bagaimana kami tidak bermain sebaik tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, ada momen-momen bagus, tapi tidak di level yang saya inginkan,” ujar Bellingham.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak berada di level terbaik seperti di tahun pertama. Ia menjalani operasi bahu dan memiliki pelatih baru yang memiliki pendekatan yang sama dengan cara bermain yang diinginkan.
“Akan ada tahun-tahun di mana Anda bermain bagus, tidak menang sama sekali, atau tidak bermain bagus dan kemudian tidak mendapatkan sentuhan yang mungkin kami miliki di tahun pertama. Anda harus belajar darinya,” tutup pesepak bola berusia 22 tahun ini.