22 April 2026
AA1P4GDZ.jpg

Inovasi Digital dalam Kesehatan Palembang Meraih Penghargaan Nasional

Pemerintah Kota Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi di bidang kesehatan. Salah satu program yang berhasil mencuri perhatian adalah Mortality Data System (MDS), sebuah sistem digital yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data kematian secara real-time. Program ini berhasil meraih penghargaan Gold Award dalam kategori Teknologi Informasi Kesehatan pada ajang Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) VIII – 2025.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Ketua Perkumpulan Kedokteran Militer, Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K), FIHA, M.M.R.S, dalam acara Malam Gala Dinner IMEDIC II–2025 di Ballroom Rasamala, Hotel Aston Kartika, Grogol, Jakarta Barat, pada Kamis, 23 Oktober 2025. Penyerahan penghargaan dilakukan kepada Wali Kota Palembang Ratu Dewa, yang didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Fenty Aprina dan Kepala Dinas Kominfo Adi Zahri.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan apresiasi terhadap capaian ini. Ia menilai penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh jajaran tenaga kesehatan serta kolaborasi lintas sektor di kota Palembang.

“Ini merupakan penghargaan bagi seluruh tenaga kesehatan dan juga warga Palembang. Sistem Mortality Data System menjadi bukti bahwa kita telah mampu meningkatkan akurasi dan validasi data kematian,” ujar Ratu Dewa. Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperluas penggunaan sistem ini sebagai motivasi bagi para tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Fungsi dan Manfaat Mortality Data System

Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina, menjelaskan bahwa Mortality Data System adalah inovasi yang dikembangkan oleh dinas kesehatan bekerja sama dengan dinas kominfo. Aplikasi ini memungkinkan pengumpulan data kematian secara real-time, sehingga penyebab kematian bisa diketahui lebih cepat.

“Jika seseorang meninggal di rumah sakit, data kematian yang langsung dimasukkan oleh pihak rumah sakit akan segera diketahui penyebabnya dan menghasilkan surat keterangan kematian,” jelas Fenty. Ia menambahkan bahwa sistem ini telah digunakan oleh ratusan rumah sakit, puskesmas, klinik, serta bidan praktik mandiri di Kota Palembang.

Data yang dihimpun melalui sistem ini menjadi dasar penting dalam merancang program kesehatan masyarakat. Dengan mempelajari penyebab kematian, pemerintah dapat menentukan langkah-langkah yang tepat untuk menurunkan angka kematian di wilayah Kota Palembang.

Partisipasi dan Dukungan Lintas Sektor

Acara penyerahan penghargaan IHIA turut dihadiri oleh beberapa pejabat Pemkot Palembang, seperti Kepala BKPSDM, Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan, serta Kabag Protokol. Keberhasilan ini juga menambah daftar prestasi yang sebelumnya diraih oleh Dinas Kesehatan Palembang, yaitu Stunting Award dan ATM Award dari Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES).

Dua penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri dalam acara Pentaloka Nasional Adinkes di Kota Solo, 21 Oktober 2025. Prestasi ini membuktikan bahwa Pemerintah Kota Palembang terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *