21 April 2026
AA1P4xdd.jpg

Klarifikasi Danone Indonesia Mengenai Sumber Air AQUA

Sebuah video yang menampilkan sidak Dedi Mulyadi ke pabrik AQUA kini menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi mempertanyakan sumber air yang digunakan dalam produksi air mineral dalam kemasan AQUA. Ia menyampaikan kekhawatirannya terkait pengambilan air dari sungai atau air tanah dangkal.

Dedi Mulyadi awalnya mengira bahwa air yang digunakan berasal dari sungai atau mata air permukaan. Namun, ia mendapat penjelasan bahwa air AQUA berasal dari air tanah. Hal ini membuatnya terkejut dan langsung memastikan sumber air tersebut. Ia bahkan menyampaikan kekhawatiran tentang dampak pengambilan air tanah dalam terhadap kondisi geologi sekitar, termasuk risiko pergeseran tanah.

Setelah video tersebut viral di media sosial, Danone Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Perusahaan menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan bahwa air AQUA berasal dari sungai atau air tanah dangkal adalah tidak benar. Sebaliknya, sumber air AQUA berasal dari 19 mata air pegunungan yang dipilih secara ketat.

Proses Seleksi Sumber Air yang Ketat

Danone menjelaskan bahwa setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi yang sangat ketat. Proses ini melibatkan sembilan kriteria ilmiah dan lima tahapan evaluasi. Setiap penelitian memakan waktu minimal satu tahun untuk memastikan kualitas dan keamanan air.

Air AQUA diekstraksi dari akuifer dalam dengan kedalaman berkisar antara 60 hingga 140 meter. Sumber air ini dilindungi secara alami oleh lapisan kedap air, sehingga air tetap murni dan tidak terkontaminasi oleh aktivitas manusia. Selain itu, air ini juga aman untuk dikonsumsi.

Kolaborasi dengan Ahli Lintas Disiplin

Proses kajian sumber air ini melibatkan kolaborasi erat dengan para ahli lintas disiplin, seperti geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi. Dengan pendekatan ilmiah yang ketat, Danone berkomitmen untuk menjaga kualitas air yang diproduksi.

Selain itu, Danone menyatakan bahwa sebagian besar titik sumber air mereka bersifat self flowing, artinya air keluar secara alami tanpa harus disedot berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa pengambilan air dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Studi Hidrogeologi dan Analisis Lingkungan

Untuk meyakinkan publik, Danone menekankan bahwa studi hidrogeologi dan analisis lingkungan dilakukan bekerja sama dengan perguruan tinggi nasional ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa sumber air yang digunakan memenuhi standar kualitas dan keamanan yang tinggi.

Dengan klarifikasi ini, Danone berharap dapat menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran publik mengenai sumber air AQUA. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk transparansi dan kualitas produk yang terbaik bagi konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *