Dewa News -.CO.ID, JAYAPURA — Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengajak pemerintah Indonesia untuk berunding. Ajakan ini disampaikan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM guna memulihkan kondisi keamanan dan perdamaian di Bumi Cenderawasih.
Kepala Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk membentuk tim perunding guna menghentikan konflik. “TPNPB-OPM mengajak Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming, serta seluruh pemerintah di Indonesia, bahwa TPNPB-OPM siap berunding dan mengakhiri perang di Tanah Papua,” ujar Sebby melalui pesan singkat yang diterima.Dewa News –, Jumat (11/7/2025).
Sebby menyatakan, dialog perdamaian adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri perselisihan bersenjata di Papua. Menurutnya, dialog akan memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat di Papua. Terlebih lagi, katanya, konflik bersenjata antara TPNPB-OPM dengan pasukan keamanan TNI-Polri yang telah berlangsung lama semakin memperparah pengungsian warga di Bumi Cenderawasih.
Sampai saat ini, menurut Sebby, berdasarkan catatan TPNPB-OPM, setidaknya 97 ribu penduduk sipil di Papua menjadi pengungsi akibat konflik tersebut. Dengan melakukan negosiasi, kata Sebby, memberikan harapan bahwa puluhan ribu penduduk sipil tersebut dapat kembali ke rumah masing-masing.
“Tujuan dari pembicaraan tersebut adalah untuk kepentingan kemanusiaan agar lebih dari 97 ribu penduduk sipil yang selama ini menjadi korban perang di Papua dapat kembali dan menerima bantuan,” kata Sebby.
Ia berharap, adanya negosiasi antara Indonesia dan TPNPB-OPM dapat menghasilkan kesepakatan yang damai. “Negosiasi untuk mencapai perdamaian dan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 63 tahun,” ujar Sebby.
Namun Sebby menyampaikan, tawaran kepada Indonesia untuk duduk di meja perundingan tidak tanpa persyaratan. Ia mengatakan, jika pemerintah Indonesia setuju untuk berdiskusi, maka diperlukan pihak ketiga sebagai perantara. TPNPB-OPM, menurut Sebby, menginginkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi penengah dan mediator agar Indonesia dan TPNPB-OPM dapat duduk di meja perundingan tersebut.
“Jika Presiden Prabowo bersedia berdialog dengan kami (TPNPB-OPM), maka harus difasilitasi oleh PBB atau lembaga internasional yang diakui secara global, atau bahkan sebuah negara netral,” ujar Sebby.
Mengenai tawaran negosiasi dari TPNPB-OPM, belum ada respons yang diberikan oleh pihak pemerintah maupun TNI-Polri. Namun tekanan dari masyarakat dapat memicu upaya agar konflik bersenjata di Bumi Papua segera berakhir.