Dewa News – TIMIKA- Bau menyengat dari tumpukan sampah di selokan Pasar Sentral Mimika, Papua Tengah, semakin mengganggu aktivitas jual beli dan kenyamanan pengunjung.
Kondisi ini diperparah dengan air selokan yang menghitam dan meluap saat hujan, mencemari area pasar.
Bak Sampah Tak Dimanfaatkan, Kesadaran Rendah
Ironisnya, sembilan bak sampah organik dan anorganik yang tersedia di bagian depan pasar tidak dimanfaatkan pedagang maupun warga.
Selokan di dalam dan luar pasar justru menjadi sasaran pembuangan sisa dagangan.
Ibu Desi, seorang pedagang sembako yang lapaknya berdekatan dengan selokan, mengungkapkan kekhawatirannya.
“Apalagi kalau hujan besar, air selokan naik dan sampahnya menutupi air,” keluhnya.
Ia bersama belasan pedagang lain di sekitarnya merasakan dampak langsung, seperti bau busuk dan beberapa pembeli yang menutup hidung saat melintas.
Harapan Pedagang dan Tanggapan Petugas Keamanan
Para pedagang berharap pemerintah daerah dan otoritas pasar segera membenahi masalah sampah ini.
Mereka juga meminta agar nasib dan aktivitas pedagang tetap diperhatikan.
Kepala Keamanan Pasar Sentral Mimika, Oktovianus Matly, mengakui bahwa sampah masih menjadi masalah serius.
Ia menyoroti rendahnya kesadaran kebersihan dari pedagang, pembeli, dan warga.
“Kami sudah menjaga tempat ini aman, nyaman. Tapi, masih banyak yang buang sembarangan,” ujarnya.
Meskipun ada pihak ketiga yang menangani sampah dengan jadwal pengangkutan, efektivitasnya masih dipertanyakan.
Solusi penanganan sampah di selokan Pasar Sentral Mimika masih menjadi tarik-menarik antara pemerintah, petugas keamanan, dan perusahaan jasa pihak ketiga.
Pedagang berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika atau pihak ketiga dapat menyediakan kendaraan pengangkut sampah berukuran besar sepert truck compactor dan dump arm roll truck di beberapa titik pasar. Bak sampah ini diharapkan dapat diangkut secara berkala ke tempat pembuangan sementara atau akhir. (*)