22 April 2026
AA1HVLLd.jpg


bali.Dewa News

, GILIMANUK – Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap 30 korban lain
KMP Tunu Pratama Jaya
yang belum ditemukan, Jumat hari ini (4/7).

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan tim SAR akan mengerahkan alat utama (alut) laut skala besar untuk mencari 30 korban yang belum ditemukan.

“Gelombang di perairan Selatan Bali cukup tinggi hari ini.

Jadi, kapal kecil akan ditarik lebih dahulu,” ujar Nanang Sigit dalam pernyataan resminya yang diterima redaksi.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Ribut Eko S menambahkan pencarian hari ini diperkuat dengan perbantuan alut dari seluruh potensi SAR.

Mulai dari LSTM
KRI Teluk Ende
, KRI Tongkol, dan Heli dari Baharkam dan dari pihak swasta.

Menurut Ribut Eko S, tim SAR gabungan akan mengerahkan segala daya dan upaya mencari korban, baik dari udara maupun laut.

Heli rescue HR 3606, Pesud P-8304, satu unit Heli milik Polri dan thermal drone dikerahkan untuk melakukan penyisiran udara di atas perairan
Selat Bali
.

Penyisiran laut dengan mengerahkan berbagai alut dari tim SAR gabungan seperti KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, RBB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Jembrana dan Buleleng.

Juga dilibatkan KN 5200 dan KN 5209 KSOP Tanjung Wangi, Patkamla Lanal Banyuwangi, Kal Sembulungan dan KMP Tunu Pratama Jaya 5888.

Turut dilibatkan KMP Tunu Pratama Jaya 3888, TB Joyoboyo 1 Pelindo, RIB KN Cundamani, Speed boat Tagana, Speedboat KPLP Gilimanuk, Speedboat Polair, dan Rubberboat BPBD Banyuwangi.

Dalam rapat koordinasi kemarin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa tim SAR gabungan harus tetap memperhatikan keselamatan.

“Cuaca dan gelombang yang cukup tinggi di selatan Pulau Bali harus jadi perhatian.

Keselamatan tim sangat penting sambil mencari korban yang belum ditemukan,” tutur Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Kecelakaan laut di Selat Bali bermula ketika KMP Tunu Pratama Jaya bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sekitar pukul 22:56 WIB atau 23.56 WITA menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Kapal feri di lintasan Ketapang-Gilimanuk itu kemudian tenggelam sekitar pukul 23:35 WIB atau Kamis (3/7) dini hari pukul 00.35 WITA sebelum sampai di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Insiden ini menyebabkan enam korban meninggal dunia, 29 selamat dan 30 penumpang lainnya belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

(lia/JPNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *