Dewa News
, JAKARTA – Aplikasi Belas Kasih mengumumkan
Ustaz Zacky Mirza
resmi bergabung sebagai Duta Kasih untuk program Wakaf Quran.
Sebelumnya platform digital berbasis kepedulian sosial dan kemanusiaan ini sukses melaunching Aplikasi Belas Kasih.
Sebagai tokoh agama yang dikenal luas karena kiprahnya dalam dakwah dan gerakan sosial, Ustaz Zacky Mirza sebagai Duta Kasih diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat dalam berbagi kepada masyarakat luas, khususnya dalam mendukung gerakan wakaf Al-Qur’an untuk pelosok negeri.
“Wakaf Al-Qur’an bukan hanya amal jariyah, tetapi, bentuk cinta kita pada ilmu dan cahaya hidayah. Lewat aplikasi Belas Kasih, kita bisa berbuat baik dengan mudah dan tepat sasaran,” ujar Ustaz Zacky Mirza dalam keterangannya, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, program Wakaf Quran melalui aplikasi Belas Kasih, bertujuan mendistribusikan Al-Qur’an ke pesantren, masjid, dan komunitas muslim yang membutuhkan, terutama di daerah terpencil.
“Lewat kolaborasi ini, Belas Kasih memperkuat komitmennya untuk menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan penerima manfaat,” tegasnya.
Sebagai Duta Kasih, Zacky Mirza kini aktif mengajak masyarakat untuk berdonasi melalui aplikasi Belas Kasih serta memberikan edukasi tentang pentingnya wakaf sebagai bagian dari amal berkelanjutan.
“Masyarakat kini bisa ikut ambil bagian dalam gerakan wakaf dengan mudah, cukup dengan mengunduh aplikasi Belas Kasih di App Store atau Google Play, lalu memilih program Wakaf Quran yang tersedia,” imbaunya.
General Manager Belas Kasih Satrio Purnomo mengatakan Belas Kasih adalah aplikasi sosial yang memudahkan masyarakat untuk berdonasi secara transparan, cepat, dan berdampak.
Dengan berbagai program kemanusiaan dan keagamaan, Belas Kasih hadir sebagai jembatan antara kebaikan dan kebutuhan.
“Jadi, aplikasi ini dibangun untuk memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia dalam memberikan dan menyalurkan donasi. Sesuai dengan harapan dan keinginannya. Ada yang ingin berdonasi untuk korban bencana alam. Ada yang ingin berdonasi untuk Palestina atau korban perang. Ada yang ingin berdonasi untuk pendidikan, atau berdonasi untuk tetangganya, komunitasnya, atau orang-orang terdekatnya,” kata dia.
“Bahkan masyarakat juga bisa berdonasi dalam bentuk barang dan makanan, semua kebutuhan itu kami fasilitasi dengan fitur-fitur yang ada, dan masih akan terus kami kembangkan untuk dapat melayani kebutuhan masyarakat,” jelas Satrio.
(rhs/jpnn)