26 April 2026
AA1HOikd.jpg



Dewa News


,


Jakarta


– Kepolisian Negara Republik Indonesia (
Polri
) memamerkan 30 unit robot dalam

defile

Hari Bhayangkara ke-79 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Juli 2025. Salah satu
robot
yang diperkenalkan adalah robot anjing pintar K9.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengklaim bahwa robot-robot itu masih dalam tahap sosialisasi dan demonstrasi publik. “Implementasi teknologi fase pertama mencakup partisipasi dalam Hari Bhayangkara dan penyediaan unit demo di Museum Polri, Humas Mabes, dan Pusat Edukasi Polri,” ucap Dedi dalam keterangannya dikutip Rabu, 2 Juli 2025.

Dedi mengatakan tahapan pertama itu berlangsung hingga 2026. Selanjutnya, fase kedua meliputi pelatihan personel dan riset bersama universitas mitra. Sementara itu fase terakhirnya berupa uji coba terbatas di Samsat, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, dan layanan informasi di Mabes atau Polda.

Oleh karena itu, Dedi menegaskan keberadaan robot dalam parade Selasa lalu tidak serta merta langsung difungsikan untuk membantu tugas kepolisian. “Kami sedang menyesuaikan kebutuhan lapangan dengan teknologi. Robot adalah mitra strategis, bukan pengganti peran manusia,” ujarnya.

Kemampuan Robot Anjing K9

Salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Bhayangkara tersebut adalah kehadiran robot anjing K9. Seperti diketahui, Polri memiliki Detasemen K-9 yang menaungi unit-unit polisi anjing pelacak, seperti untuk penanganan kasus kriminal, bahan peledak (handak), narkotika, pencarian dan pertolongan (SAR), serta pengendalian massa.

Selama ini, anjing pelacak K9 menjadi alat pengawasan yang efektif, terutama dalam mendeteksi narkotika dan psikotropika. Kini, Polri mengembangkan versi digitalnya dalam bentuk robot anjing K9. Lantas, apa saja kemampuan dari robot anjing K9 milik Polri?

1. Mendeteksi Bahan Peledak

Melansir dari Antara, dalam acara tersebut Polri memperlihatkan salah satu kemampuan robot anjing K9 dalam mendeteksi bahan peledak. Dalam simulasi yang ditampilkan, seorang penjahat mencuri truk yang diduga mengangkut bahan peledak. Pasukan Korps Brimob Polri kemudian bergerak cepat menyergap pelaku.

Untuk memastikan kondisi truk, personel Brimob menurunkan anjing K9 bersama dua robot K9. Robot berkaki empat tersebut tampak mengitari dan memindai bagian bawah truk dengan cermat. Setelah pemeriksaan menyeluruh, robot melaporkan tidak ditemukan bahan peledak, tetapi terdeteksi adanya zat radioaktif.

2. Pengawasan Hingga Mengumpulkan Barang Bukti Forensik

Sebelumnya, Komjen Dedi menyatakan bahwa robot-robot ini akan difungsikan untuk berbagai tugas kepolisian di masa depan. Pertama, robot itu akan membantu pengawasan dan pemantauan di area berisiko tinggi, seperti gedung terbengkalai atau lokasi bencana. Robot juga berperan dalam penanganan situasi berbahaya, seperti penjinakan bahan peledak dan penyanderaan, serta pencarian dan penyelamatan korban dalam bencana alam maupun kebakaran.

Selain itu, robot juga dapat digunakan untuk mengumpulkan barang bukti forensik seperti sidik jari dan sampel DNA di tempat kejadian perkara. Fungsi lainnya termasuk pengawasan lalu lintas cerdas dengan teknologi pengenalan wajah (face recognition), serta kemampuan mendeteksi bahan berbahaya seperti bom, narkotika, dan zat kimia.

3. Alat Pengendalian Massa dan Pembawaan Logistik

Dalam pengadaan robot-robot canggih tersebut, Polri bekerja sama dengan PT Ezra Robotics Teknologi. Presiden Direktur PT Ezra Robotics Teknologi, Dhanisakka Vardhana, menjelaskan bahwa robot-robot buatan perusahaannya sudah siap untuk dikembangkan menggunakan teknologi

Artificial Intelligence

(AI).

Robot-robot itu hanya membutuhkan instalasi perangkat lunak, sensor, dan perlengkapan tambahan untuk bisa beroperasi secara mandiri. Salah satu robot yang ditampilkan dalam peringatan HUT ke-79 Bhayangkara di Monas adalah robot anjing dengan tipe X30.

Robot ini memiliki kemampuan membawa beban hingga 85 kilogram dan dirancang untuk membantu pengendalian massa serta pengangkutan logistik. “Dia bisa membawa sampai 85 kg ya. Seperti acara kayak gini, daripada menggunakan troli ke sana kemari, suruh aja dia angkut,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut robot-robot tersebut juga memiliki potensi dikembangkan untuk kebutuhan persenjataan militer, tergantung dari arah riset dan pengembangan perusahaan di masa depan. Robot-robot yang dipamerkan tersebut sudah dalam tahap siap AI dan bisa dioperasikan secara otonom.

“Jadi sebenarnya tinggal dimasukin software, terus dimasukkan sensor-sensor yang dibutuhkan, atau perangkat apa yang dibutuhkan, dan itu bisa autonomous,” ucap Dhanisakka.


Hammam Izzuddin

dan

Rakhmat Tirta Alamsyah

berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *