26 April 2026
AA1HRkYS.jpg

 

Dewa News –

Operasional penyelenggaraan haji di Mekah hari ini berakhir ditandai dengan pelepasan jemaah kloter KJT 28, Jawa Barat ke Kota Madinah. Selanjutnya, layanan haji terkonsentrasi di Kota Madinah.

“Alhamdulillah, hari ini tanggal 2 Juli, pukul 16.00 waktu Arab Saudi, kami melepas kloter terakhir dari Mekah menuju Madinah, yaitu kloter KJT 28, terdiri dari 402 jemaah yang berasal dari Majalengka, Bandung, dan sekitarnya. Jadi ini adalah kloter yang terakhir bergerak dari Mekah,” terang Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M Hanafi, saat pelepasan jemaah di Hotel Burj Alwahda Almutamayiz, Mekah.

“Pelepasan jemaah kloter KJT 28 menandai akhir operasional haji Daerah Kerja Mekah,” ucapnya.

Muchlis mengatakan, saat ini masih ada kurang lebih 25% dari jemaah kita yang masih ada di Arab Saudi. Ia berharap, dalam 8-9 hari ke depan, jemaah yang saat ini berada di Madinah, selanjutnya kembali ke tanah air pada 11 Juli 2025.

“Ini menandai berakhirnya operasional haji di Arab Saudi. Semoga jemaah kita dapat menyelesaikan prosesi ibadah haji mereka dengan berziarah di makam Nabi dengan baik dan selanjutnya kembali ke tanah air dengan selamat, dengan membawa predikat haji mabrur,” ujar Muchlis.

Ia menjelaskan, setelah seluruh jemaah didorong ke Madinah, layanan haji di Mekah juga berakhir, seperti layanan bus shalawat, layanan konsumsi, layanan kesehatan, baik di sektor maupun di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Kurang lebih 32 hari jemaah haji Indonesia berada di Kota Mekah untuk menjalani rangkaian ibadah haji ibadah haji. Selama di Mekah, PPIH Arab Saudi menyiapkan sejumlah layanan.

Layanan Transportasi

Layanan Transportasi di Daker Mekah berlangsung dari 10 Mei 2025, tepatnya sejak awal kedatangan jemaah haji gelombang I dari Madinah. Ada tiga jenis layanan transportasi, yaitu bus antarkota perhajian, bus shalawat, dan bus masyair.

“Hingga 2 Juli 2025, tercatat 5.250 bus antarkota perhajian digunakan untuk melayani mobilisasi jemaah dari Madinah ke Mekah (sebaliknya) dan Jeddah-Mekah (sebaliknya),” kata Muchlis.

Selain itu, katanya, 12.193 bus shalawat selalu mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram (pergi pulang) selama di Mekah. Bus-bus tersebut disiapkan untuk melayani 143.365 jemaah dengan pergerakan reguler dari Mekah-Arafah-Muzdalifah (turun)-Mina-Mekah, dan 59.241 jemaah dengan pergerakan murur dari Mekah-Arafah-Muzdalifah (tidak turun)-Mina-Mekah. Ada juga 20 bus yang melayani jemaah safari wukuf.

Layanan Akomodasi

Muchlis melanjutkan, PPIH Arab Saudi juga menyiapkan akomodasi bagi jemaah sebanyak 206 hotel yang tersebar di empat wilayah, yaitu sebagai berikut.

1. Syisyah (80 hotel kapasitas 69.405 jemaah).

2. Raudhah (40 hotel, 37,636 jemaah).

3. Jarwal (32 hotel, 37,650 jemaah).

4. Misfalah (54 hotel, 63.512 jemaah)

“Jarak akomodasi atau hotel paling jauh 4.500 meter dari Masjidil Haram dengan masa tinggal jemaah haji berada di Mekah 32 hari,” tutur Muchlis.

Layanan Ibadah

Terkait dengan layanan ibadah, Muchlis menjelaskan sebagai berikut.

1. Sebanyak 99,29% jemaah haji regular asal Indonesia melaksanakan haji

tamattu

’, 0,66% haji

ifrad

, dan 0,04% melaksanakan haji

qiran

.

2. Sebanyak 10.141 (4,99%) jemaah haji melaksanakan

tarwiyah

.

3. Sebanyak 34 jemaah mengikuti safari wukuf yang dilaksanakan KKHI dan 495 jemaah mengikuti safari wukuf khusus lansia dan disabilitas.

4. Sebanyak 77,7% jemaah mengambil nafar awal (pulang dari Mina untuk ke Mekah pada 12 Zulhijjah) dan 22,3% nafar

tsani

(pulang ke Mekah pada 13 Zulhijjah)

5. Sebanyak 334 jemaah dibadalhajikan, terdiri atas 159 jemaah badal wafat dan 175 badal sakit di rumah sakit Arab Saudi.

6. Sebanyak 8.393 jemaah dan petugas haji membayar dam/hadyu melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Sisanya membayar dam melalui Adahi, KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah), mukimin, dan melakukan pembayaran dam secara mandiri,” terangnya.

Layanan Konsumsi

Dari 10 Mei-2 Juli 2025, kata Muchlis, total ada 14.366.234 boks layanan katering yang didistribusikan kepada jemaah dan petugas haji Indonesia yang terbagi dalam 525 kelompok terbang (kloter).

Jumlah ini, katanya, di luar layanan konsumsi yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia pada 7, 8, 13, 14, dan 15 Zulhijjah, baik dalam bentuk makanan

ready to eat

(RTE) maupun

freshmeal

.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *