Dewa News – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai provinsi kepulauan dengan keberagaman budaya dan bentang alam memesona. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul wacana besar yang berpotensi mengubah peta administratif wilayah ini pembentukan provinsi baru bernama Provinsi Flores.
Pemekaran ini bukan sekadar isu biasa. Jika benar-benar terwujud, Provinsi NTT akan kehilangan sejumlah kabupaten/kota di Pulau Flores yang selama ini menjadi bagian penting provinsi tersebut. Salah satu daerah yang paling disorot dalam wacana ini adalah Kabupaten Ende, yang secara terbuka disebut akan bergabung dengan Provinsi Flores.
1. Kabupaten Ende
Ende bukan nama asing di telinga publik Indonesia. Dikenal sebagai “Kota Pancasila” karena menjadi tempat Bung Karno merenungkan dasar negara, kabupaten ini menyimpan sejarah penting. Dengan luas sekitar 2.067,75 km² dan penduduk lebih dari 280.000 jiwa, Ende terdiri atas 10 kecamatan dengan pusat pemerintahan di Kota Ende.
Selain nilai historis, Ende memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Danau Kelimutu dengan tiga warna unik menjadi ikon wisata Flores yang mendunia.
Dengan wacana pembentukan Provinsi Flores, Ende disebut akan menjadi salah satu kabupaten utama yang bergabung ke provinsi baru tersebut.
Daftar Kabupaten/Kota yang Direncanakan Gabung ke Provinsi Flores
Selain Ende, berikut delapan kabupaten/kota lain yang masuk proyeksi bergabung ke Provinsi Flores:
1. Kabupaten Flores Timur
Terkenal dengan Larantuka dan pulau-pulau seperti Adonara dan Solor, Flores Timur memiliki banyak kecamatan pesisir dengan budaya Katolik yang kuat.
2. Kabupaten Lembata
Kabupaten kepulauan ini memiliki luas 1.266,39 km² dan sekitar 143.000 penduduk. Dikenal dengan tradisi penangkapan paus di Lamalera, Lembata menawarkan kekayaan budaya yang unik.
3. Kabupaten Manggarai
Wilayah ini adalah salah satu kabupaten terbesar di Flores, dengan luas 1.344 km² dan populasi sekitar 325.000 jiwa. Budaya Manggarai terkenal lewat ritual Caci dan keindahan sawah lingko.
4. Kabupaten Manggarai Barat
Gerbang utama pariwisata Flores, Manggarai Barat mencakup Labuan Bajo destinasi kelas dunia. Dengan luas lebih dari 3.100 km², wilayah ini menjadi magnet wisatawan mancanegara.
5. Kabupaten Manggarai Timur
Manggarai Timur memiliki luas 2.643 km² dengan populasi lebih dari 276.000 jiwa. Potensi pertanian dan pariwisatanya terus dikembangkan.
6. Kabupaten Nagekeo
Kabupaten muda ini memiliki luas 1.416 km² dan lebih dari 162.000 penduduk. Dikenal dengan pusat produksi pangan dan budaya lokal yang kuat.
7. Kabupaten Ngada
Dengan luas 1.620 km² dan populasi sekitar 167.000 jiwa, Ngada dikenal dengan adat megalitik di Bena dan Gurusina yang menjadi daya tarik wisata budaya.
8. Kabupaten Sikka
Kabupaten ini menjadi pusat penting di Flores bagian timur. Beribukota di Maumere, Sikka memiliki luas lebih dari 1.700 km² dan populasi mendekati 322.000 jiwa, dengan potensi wisata bahari yang terkenal.
Pembentukan Provinsi Flores diharapkan membawa pelayanan publik lebih dekat ke masyarakat, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta mempermudah koordinasi antarwilayah di Pulau Flores.
Namun, rencana ini juga menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana kesiapan pemerintahan baru? Bagaimana pembagian anggaran pusat dan aset provinsi? Serta bagaimana nasib Kabupaten/Kota lain di NTT yang tidak ikut dalam pemekaran?
Meski baru pada tahap wacana, gagasan membentuk Provinsi Flores menjadi sorotan besar di NTT. Kabupaten Ende dan delapan kabupaten/kota lain di Pulau Flores diproyeksikan membentuk provinsi baru yang diharapkan mampu mempercepat kemajuan wilayah.***