21 April 2026
AA1HxfAO.jpg

Dewa News –  Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan pengoperasian dan pembangunan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) secara serentak, Kamis (26/6/2025). Peresmian yang dipusatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat transisi energi sekaligus mewujudkan swasembada energi nasional.

Proyek-proyek tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), dan sektor swasta. Sebanyak 8 proyek PLTP dan 47 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersebar di 15 provinsi diresmikan sekaligus. Total kapasitas gabungan dari seluruh proyek mencapai 379,7 megawatt (MW), dengan nilai investasi mencapai Rp25 triliun.

“Hari ini kita resmikan dan mulai pembangunan 55 pembangkit energi baru dan terbarukan. Ini adalah bukti bahwa Indonesia sedang menuju kemandirian energi. Kita akan berdiri di atas kaki sendiri dan mampu menyediakan energi yang efisien dan ekonomis untuk seluruh rakyat,” tegas Presiden Prabowo dalam pidato peresmiannya.


Bukti Nyata Transisi Energi Berkelanjutan

Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi terbarukan, mulai dari panas bumi hingga tenaga surya. Ia menilai langkah ini sebagai tonggak penting menuju kemandirian energi nasional, sekaligus komitmen terhadap energi bersih.

“Kita diberi anugerah sumber energi terbarukan yang melimpah. Kini saatnya kita mengelola dengan bijak untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebutkan proyek yang diresmikan meliputi tiga PLTP yang sudah beroperasi (COD):


PLTP Sorik Marapi Unit 5

(41,25 MW)


Salak Binary

(16,15 MW)


Ijen Unit 1

(34,5 MW)

Sementara lima PLTP lainnya memasuki tahap pembangunan (

groundbreaking

):


Muara Laboh Unit 2

(80 MW)


Ulubelu Ext Gunung Tiga

(55 MW)


Wayang Windu Unit 3

(30 MW)


Salak Unit 7

(40 MW)


Patuha Unit 2

(55 MW)

Sedangkan 47 PLTS yang diresmikan memiliki kapasitas total 27,8 MW dan tersebar di desa-desa terpencil di 11 provinsi. PLTS ini mampu melistriki lebih dari 5.000 rumah tangga, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional.

“Sejalan dengan arahan Bapak Presiden, transisi energi harus terus dijalankan. Proyek PLTS ini kita bangun khusus untuk daerah-daerah yang selama ini belum menikmati listrik,” kata Bahlil.


Kolaborasi Pemerintah dan PLN

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyebut peresmian ini sebagai simbol nyata kolaborasi antara negara dan masyarakat dalam mendukung misi

Net Zero Emissions

(NZE) 2060.

Sebanyak 13 dari 47 PLTS yang diresmikan merupakan milik PLN, tersebar di Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur.

“Listrik adalah kebutuhan dasar. Ini adalah pengejawantahan sila kelima Pancasila: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan penyediaan listrik yang merata, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah,” ujar Darmawan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *