22 April 2026
IMG-20250114-WA0017

Jakarta – Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) La Ode Ahmad P. Bolombo menegaskan bahwa desa memegang peran penting dalam memajukan Indonesia. Menurutnya, desa memiliki berbagai sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau desanya maju, daerahnya maju, Indonesia pasti maju. Desanya menyala, menyala bangsaku,” ujar La Ode dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. La Ode mengungkapkan bahwa Peringatan Hari Desa 2025 akan digelar di Kabupaten Sumedang. Sumedang dipilih karena memiliki 270 desa mandiri yang melek digital dengan tingkat kemiskinan nol persen. “Sehingga Bapak Menteri menyetujui ditetapkannya Sumedang sebagai puncak Peringatan Hari Desa,” ujarnya.

Peringatan Hari Desa tahun ini akan diramaikan oleh berbagai kegiatan seperti Village Expo, Simposium, dan acara puncak yang akan dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. “Kami mengadakan Musyawarah Desa Nasional, besok di sini kita akan lesehan, saya izin Pak Bupati,” tegas La Ode. Dalam musyawarah tersebut, akan ada diskusi interaktif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), dan pemerintah desa.

Selain itu, musyawarah akan dilanjutkan dengan kegiatan Gerakan Menanam Tanaman Pangan Desa atau Gemah Tandan Desa. “Ini adalah bagian dari rangkaian Peringatan Hari Desa yang dipusatkan di Sumedang, di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka,” jelasnya. Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli menambahkan bahwa dipilihnya Sumedang sebagai tuan rumah Peringatan Hari Desa 2025 adalah sebuah kehormatan sekaligus tantangan untuk turut menyukseskan acara tersebut. Pihaknya berkomitmen menjadikan momen tersebut sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan dalam mewujudkan desa yang lebih tangguh.

Tema Peringatan Hari Desa tahun ini adalah “Desa Tangguh Pangan, Indonesia Sejahtera”. “Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana ketahanan pangan menjadi isu yang sangat mendesak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” ujar Yudia. Dia menilai bahwa desa saat ini diharapkan dapat menjadi basis produksi pertanian dan harus mampu berperan aktif dalam memastikan ketahanan pangan.

Guna mencapai hal tersebut, masyarakat desa harus mendukung berbagai program ketahanan pangan nasional. “Dengan semangat kebersamaan, kita harapkan dapat menciptakan desa-desa yang mandiri dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam aspek pangan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan ini juga diserahkan piagam penghargaan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2024 yang diberikan secara simbolis kepada enam desa, yakni Desa Sidomulyo, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan; Desa Margajaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat; Desa Srimulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY); Desa Panarungan, Kabupaten Badung, Bali; Desa Simbune, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara; dan Desa Kumbang, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *