21 April 2026
AA1ODi5r.jpg

Pembagian Dividen Final BRI untuk Tahun Buku 2025

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), salah satu bank pelat merah terbesar di Indonesia, telah menetapkan pembagian dividen final sebesar Rp 209 per saham kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Jumat (10/4). Dengan demikian, total dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp 52,1 triliun atau setara dengan Rp 346,00 per saham.

Dividen tersebut mencakup dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya, yaitu sebesar Rp 137 per saham atau senilai Rp 20,6 triliun. Oleh karena itu, sisa dividen final yang akan diberikan kepada investor adalah sebesar Rp 209 per saham. Pembagian dividen ini menjadi bukti komitmen BRI dalam memberikan imbal hasil optimal kepada para pemegang saham.

Pemegang Saham Terbesar dan Besaran Dividen yang Diterima

Pemegang saham terbesar dari BRI adalah pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anugrah Nusantara (Danantara). Berdasarkan data kepemilikan saham yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia, Danantara melalui PT Danantara Asset Manajemen menggenggam 79,8 miliar saham BBRI atau sekitar 52,66%. Dengan jumlah tersebut, Danantara akan menerima sekitar Rp 16,6 triliun sebagai bagian dari dividen.

Selain itu, Indonesia Investment Authority yang memiliki 5,4 miliar saham atau sekitar 3,6% juga akan mendapatkan sekitar Rp 1,1 triliun. Sementara itu, DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua yang memiliki 1,6 miliar saham akan memperoleh sekitar Rp 341 miliar.

Alasan Pembagian Dividen

Direktur Utama BBRI Hery Gunardi menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham. Hal ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.

“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja Perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hery dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, pembagian dividen ini mengacu pada laba tahun berjalan konsolidasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, yakni sebesar Rp 56,65 triliun.

Riwayat Pembagian Dividen BRI

BRI dikenal sebagai salah satu emiten yang rutin membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Pada tahun buku 2024, BRI membagikan dividen tunai senilai Rp 51,73 triliun atau Rp 343,40 per saham. Dividen tersebut terdiri dari dividen interim sebesar Rp 135 per saham atau setara Rp 20,33 triliun, yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2025, serta dividen final sebesar Rp 208,40 per saham atau sekitar Rp 31,40 triliun.

Setahun sebelumnya, BRI juga membagikan dividen tunai sebesar Rp 319 per saham, yang terdiri dari dividen interim sebesar Rp 84 per saham dan dividen final sebesar Rp 235 per saham.

Kinerja Keuangan BRI pada Tahun 2025

Meskipun rasio pembayaran dividen BBRI naik dari 86% pada tahun buku 2024 menjadi 92% pada tahun buku 2025, kinerja keuangan BRI tidak lebih moncer dari tahun sebelumnya.

BRI mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasi sebesar Rp 57,13 triliun sepanjang 2025, turun 5,26% dibandingkan dengan laba bersih perseroan tahun 2024 sebesar Rp 60,30 triliun. Penurunan terjadi seiring biaya pencadangan atau impairment yang membengkak 20,8% menjadi Rp 46,09 triliun.

Sementara itu, pendapatan bunga naik 4,27% dari Rp 199,26 triliun pada 2024 menjadi Rp 207,78 triliun pada 2025. Demikian pula dengan beban bunga dari Rp 56,6 triliun menjadi Rp 57,24 triliun. Pendapatan bunga bersih pun tercatat naik 5,5% menjadi Rp 150,5 triliun.

Margin bunga bersih atau net interest margin BRI pun turun dari 6,75% menjadi 6,54%. Sedangkan di sisi kualitas kredit, NPL gross BRI tercatat sebesar 3,29%, meningkat dari 2,94%, sedangkan NPL net berada di level 0,96% dari sebelumnya 0,75%.

Pertumbuhan Dana dan Fungsi Intermediasi

Dana pihak ketiga BRI tercatat sebesar Rp 1.466 triliun dan komposisi CASA mencapai 70,61%. Di sisi lain, fungsi intermediasi BBRI tercatat meningkat dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 91,96%, dibandingkan tahun sebelumnya di level 89,39%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *