23 April 2026
AA1vvAjr.jpg

Perkembangan Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada 2025 dan Target Tahun 2026

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2025, dengan laba bersih sebesar Rp 7,64 triliun. Angka ini meningkat signifikan sebesar 126,82% secara tahunan dibandingkan laba di tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 3,36 triliun. Namun, jika kontribusi dari bisnis es krim dan teh Sariwangi dikeluarkan, laba bersih UNVR tercatat sekitar Rp 3,53 triliun.

Di sisi lain, penjualan bersih perusahaan juga mengalami pertumbuhan. Hingga akhir tahun 2025, penjualan bersih UNVR mencapai Rp 31,94 triliun, naik sebesar 4,34% secara tahunan dari posisi tahun 2024 yang sebesar Rp 30,62 triliun.

Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, menyampaikan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan kinerja pada tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan akan didorong oleh peningkatan kualitas dan volume penjualan. Meskipun kuartal I-2026 diperkirakan mengalami perlambatan sementara karena perayaan Idulfitri yang jatuh lebih awal, hal tersebut dinilai hanya bersifat musiman dan tidak mencerminkan pelemahan fundamental bisnis.

UNVR tetap optimistis terhadap arah perbaikan bisnis seiring implementasi berbagai pembenahan struktural yang telah dilakukan sepanjang 2025. “Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” ujar Benjie dalam paparan kinerja tahun 2025.

Sayangnya, Benjie tidak merinci target fundamental perusahaan di tahun ini. Yang jelas, prioritas utama UNVR tahun ini adalah tetap disiplin, meningkatkan kinerja penjualan merek perusahaan, serta memperkuat strategi pada setiap kanal. “Kami tidak memberikan proyeksi kinerja ke depan, tetapi kami yakin berada di jalan yang tepat untuk tumbuh,” tambahnya.

Proyeksi Kinerja UNVR oleh Analis Fundamental

Analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, memproyeksikan kinerja UNVR di tahun 2026 tetap positif dengan pertumbuhan moderat. Hal ini didukung oleh pemulihan volume penjualan sepanjang 2025, efisiensi biaya yang membaik, momentum musiman Ramadan dan Lebaran, serta Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 yang naik ke level 127.

“Di tengah kompetisi yang ketat, UNVR tetap memiliki keunggulan dari kekuatan merek, jaringan distribusi luas, serta inovasi produk yang berkelanjutan. Tambahan katalis dari peningkatan konsumsi saat Ramadan dan Lebaran berpotensi mendorong kinerja kuartal I dan awal kuartal II-2026,” kata Abida.

Namun, ia melihat risiko utama kinerja UNVR berasal dari tekanan persaingan harga, volatilitas biaya bahan baku, serta potensi pergeseran preferensi konsumen. Meski demikian, sentimen konsumsi secara umum masih terjaga seiring membaiknya keyakinan konsumen.

Rekomendasi Saham UNVR

Abida merekomendasikan buy saham UNVR dengan target harga Rp 3.200. Rekomendasi ini didukung oleh pemulihan fundamental, stabilitas margin, prospek konsumsi domestik yang membaik, serta katalis musiman dari Ramadan dan Lebaran.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas, Reyhan Pratama, menilai tren utama saham UNVR masih berada dalam fase penurunan jika dilihat pada timeframe mingguan. Ia menjelaskan bahwa rebound yang berlangsung sejak awal Maret 2025 hingga saat ini justru membentuk pola rising wedge, yang menjadi sinyal tren turun berpotensi kembali berlanjut.

Proyeksi level penurunan di kisaran Rp 1.645, Rp 1.305, hingga Rp 985. “Masih belum ada pijakan untuk entry saat ini. kita akan menunggu sampai harga bergerak sideways dan memasuki fase akumulasi untuk mencari pijakan untuk entry yang lebih aman,” ujar Reyhan.

Ia pun merekomendasikan investor untuk tetap bersikap wait and see, mengingat saham UNVR telah mengalami kenaikan cukup tajam, yakni sekitar 43%, dari level terendah Rp 1.690 pada 29 Januari 2026 hingga mencapai puncak Rp 2.420 pada 10 Februari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *