23 April 2026
AA1W6pJ4.jpg

Pengusaha koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) di berbagai wilayah Indonesia semakin menunjukkan peran pentingnya dalam peta perdagangan global. Produk-produk yang berasal dari komunitas, seperti kopi dataran tinggi Aceh dan Kerinci, rumput laut dari Makassar, serta kerajinan dan fesyen dari Jawa dan Bali, tidak hanya mengisi pasar lokal, tetapi juga mulai masuk ke rantai pasok internasional.

Koperasi dan UKM daerah kini hadir sebagai pemasok produk bernilai tambah. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor UMKM Indonesia mencapai 57,61 juta dolar AS atau sekitar Rp 947,4 miliar pada periode Januari–April 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kontribusi pelaku usaha kecil terhadap devisa negara.

Menurut Irsyad Muchtar, pimpinan Perusahaan Peluang Media Group, keberhasilan koperasi dan UKM menembus pasar global bukan hanya capaian bisnis, tetapi juga bukti bahwa ekonomi berbasis komunitas mampu bersaing di tingkat dunia. Menurutnya, produk yang diekspor tidak hanya membawa nilai ekonomi, tetapi juga jati diri daerah dan semangat kolektif anggotanya.

Peristiwa ini tergambar dalam anugerah Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026 yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, pada Selasa (10/2/2026). Ajang ini memperlihatkan koperasi dan UKM dari berbagai wilayah yang telah berhasil menembus pasar luar negeri, baik dari sektor pangan, hasil perkebunan, hasil laut, hingga produk kreatif dan furnitur.

“Dalam anugerah Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026 ini, kita melihat bagaimana koperasi dan UKM bukan hanya menjual produk lokal ke pasar global, tetapi juga membawa semangat pemberdayaan dan daya saing ekonomi rakyat,” ujar Irsyad.

Ia menjelaskan bahwa komoditas yang diekspor koperasi dan UKM semakin beragam, mulai dari kopi, rempah-rempah, rumput laut, produk herbal, hingga fesyen dan kerajinan. Namun, untuk bisa menembus pasar internasional, pelaku usaha harus melewati proses yang tidak sederhana, mulai dari pemenuhan standar mutu dan sertifikasi, kontinuitas produksi, hingga kemampuan bersaing dari sisi harga.

Yuni Hegarwati, Direktur Peluang Media Group, menambahkan bahwa kehadiran Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam ajang tersebut mencerminkan dukungan pemerintah terhadap koperasi dan UKM berorientasi ekspor. Ia berharap ajang ini dapat menjadi etalase nasional yang menunjukkan kesiapan pelaku usaha daerah untuk bersaing di pasar global.

“Kehadiran pemerintah diharapkan menjadikan ajang ini sebagai etalase nasional bagi koperasi dan UKM ekspor, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha lokal yang siap masuk ke pasar dunia,” kata Yuni.

Dengan semakin banyaknya koperasi dan UKM daerah yang menembus pasar internasional, wajah ekspor Indonesia pun mulai berubah. Ekonomi rakyat tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi ikut membentuk arah perdagangan global Indonesia—lebih inklusif, lebih merata, dan berakar kuat pada potensi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *