22 April 2026
AA1UtZ1I.jpg



Pengungkapan terbaru mengenai video terakhir yang diunggah oleh Florencia Lolita, pramugari korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros, menarik perhatian publik. Video tersebut menunjukkan bahwa Florencia hanya bekerja selama tiga bulan sebelum kejadian tragis tersebut.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar jatuh di Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan antara Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan pada hari Sabtu (17/1/2026). Sebelum kejadian, pesawat tersebut sempat hilang kontak. Dalam penerbangan tersebut, terdapat tujuh awak dan tiga penumpang, salah satunya adalah Florencia Lolita Wibisono.



Florencia, yang akrab disapa Olen, merupakan seorang flight attendant dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar. Sebelum menjadi korban jatuhnya pesawat, ia sempat mengunggah video terakhir yang menarik perhatian netizen. Video tersebut menunjukkan Olen sedang berada di tepi Danau Toba bersama seorang wanita lainnya. Di akhir video, Olen melambaikan tangan sebagai tanda salam perpisahan.

Keterangan dalam video tersebut berbunyi: “Better live your life. we’re running out of time.” Artinya, lebih baik menjalani hidup dengan penuh makna karena waktu semakin habis. Video ini diunggah oleh Olen di akun media sosialnya, khususnya TikTok.



Berdasarkan data dari LinkedIn, Olen berasal dari Kendis, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Ia lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi. Karier Olen di dunia penerbangan dimulai sejak tahun 2012, ketika ia bergabung sebagai Flight Attendant Company Checker Instructor di PT Wings Abadi Airlines. Selama kariernya, Olen juga pernah menjabat sebagai Manager Training Flight Attendant.

Olen dikenal aktif dalam berbagi pengalaman seputar dunia aviasi, terutama mengenai standar keselamatan penerbangan, pelayanan awak kabin, serta penanganan kondisi darurat di dalam pesawat. Bahkan, ia dipercaya untuk menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung. Perannya sering dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan kru junior.

Menurut informasi dari kerabat korban bernama Ramos, Olen baru bekerja selama tiga bulan di Indonesia Air Transport (IAT), sebelumnya ia pernah bekerja sebagai pramugari Lion Air. “Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos saat diwawancarai.

Selain itu, Olen juga bertindak sebagai trainer bagi pramugari yang baru bergabung. Dalam hal ini, perannya hampir mirip dengan HRD. Kehadirannya di lingkungan kerja sangat dihargai oleh rekan-rekannya.

Video Terakhir Florencia Lolita, Pramugari Korban Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros

Selain video perpisahan dengan rekan kerja lamanya pada bulan November 2025, Olen juga sempat memposting video di akun TikToknya. Dalam video tersebut, Olen tampak berdiri di tepi Danau Toba bersama seorang teman. Di akhir video, ia melambai tangan seperti mengucapkan salam perpisahan.

Setelah kabar Olen menjadi korban jatuhnya pesawat, pihak keluarga langsung terpukul. Apalagi, Olen dikabarkan akan segera menikah. Hal ini diungkapkan oleh Yanti (46), salah satu anggota keluarga, saat ditemui di rumah keluarga korban di Tondano, Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (19/1/2026).

“Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya,” ujar Yanti. Pihak keluarga tetap berharap Olen bisa ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *