Program Penanaman 40.000 Pohon di Tasikmalaya
Perhutani KPH Tasikmalaya telah merealisasikan penanaman sebanyak 40.000 pohon sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah kerja KPH Tasikmalaya dan merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendukung pengelolaan hutan yang lestari, dengan mempertimbangkan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.
Program penanaman pohon melibatkan berbagai pihak seperti stakeholder, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta komunitas pemerhati lingkungan. Keterlibatan mereka tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi dalam pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
Jenis Tanaman yang Ditanam
Jenis tanaman yang ditanam terdiri dari dua kategori, yaitu tanaman kehutanan dan tanaman serbaguna. Tanaman kehutanan yang digunakan antara lain jati dan mahoni. Sementara itu, tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang dikembangkan mencakup alpukat, durian, petai, kengkol, dan nangka. Pemilihan jenis tanaman tersebut disesuaikan dengan kondisi tapak, fungsi kawasan hutan, serta kebutuhan dan potensi pengembangan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
Pemilihan ini dilakukan agar dapat memberikan manfaat baik secara ekologis maupun ekonomis. Selain itu, tanaman-tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat sekitar.
Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan
Administratur/KKPH Tasikmalaya melalui Kepala Sub Seksi (KSS) Pembinaan Hutan Heni Setyowati menjelaskan bahwa program penanaman ini tidak hanya fokus pada pencapaian target kuantitatif, tetapi juga mengedepankan kualitas tanaman dan keberlanjutan pengelolaan hutan dalam jangka panjang.
“Penanaman 40 ribu pohon sepanjang tahun 2025 merupakan wujud komitmen Perhutani KPH Tasikmalaya dalam menjaga dan meningkatkan fungsi hutan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa, LSM, dan komunitas diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian hutan. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan tutupan vegetasi, perbaikan kualitas lingkungan, serta penguatan fungsi hidrologis hutan sebagai daerah tangkapan air.
Tujuan Jangka Panjang
Dengan meningkatnya tutupan hutan, diharapkan dapat menekan risiko degradasi lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem hutan di wilayah Tasikmalaya. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong kolaborasi multipihak guna mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.